OKEZONE.COM, NEPAL – Dua bulan berlalu gempa bumi dashyat meluluhlantahkan Nepal. Kini, bangunan di Nepal kembali dibangun, termasuk tujuh situs bersejarah.
Hampir 9000 orang meninggal dunia dalam tragedi gempa bumi tersebut. Namun, kini Nepal perlahan-lahan mulai bangkit, salah satunya dengan membuka kembali tujuh situs bersejarah yang ditutup sejak 25 April 2015.
“Ketika itu kami menutup situs-situs tersebut karena puing-puing dan reruntuhan dari monumen rusak akibat gempa harus disingkirkan.
Selain itu, artefak-artefak penting diamankan,” tutur juru bicara Departemen Arkeologi, Ram Bahadur Kunwar dikutip CNN, Rabu (17/6/2015).
Setelah pekerjaan pembersihan selesai dilakukan, situs-situs bersejarah di Nepal kembali dibuka untuk pengunjung. Tiga daerah situs bersejarah yang dibuka Senin 15 Juni 2015 adalah Three Durbar Squares of Bhaktapur, Kathmandu dan Lalitpur.
Namun, tidak semua situs-situs bersejarah di daerah telah dibuka kembali. Hal ini karena masih ada bahaya akan runtuhnya bangunan-bangunan situs-situs bersejarah tersebut.
“Meski begitu pemerintah telah berencana merekonstruksi, merenovasi dan melestarikan semua situs-situs bersejarah yang rusak akibat gempa dalam jangka lima sampai tujuh tahun dengan biaya USD 70 hingga 100 juta,” tutup Kunwar.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.