Beragam makanan dan minuman tradisional serta kuliner legenda dari seluruh Aceh akan ditampilkan dalam festival yang digelar Dinas Kebudayaan Pariwisata Aceh. “Festival melibatkan para peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Aceh,” kata Ketua Panitia Aceh Culinary Festival, Indie, Sabtu (30/5/2015).
Menurutnya, kegiatan ini juga akan menampilkan hidangan tradisional yang mulai dilupakan. Ini sebagai salah satu upaya melestarikan kekayaan cita rasa kuliner Aceh. Sebagian menu yang dipamerkan nanti bisa dicicipi secara cuma-cuma oleh pengunjung.
Indie menyebutkan, festival ini nantinya juga akan dimeriahkan dengan khanduri asam keueng, khanduri apam, kelas memasak 23 menu kue tradisional Aceh, parade sepeda hias makanan “Bike and Bite” oleh anak-anak, coffee for free, free grill fun dan tantangan makan pedas Spicy Challenges. Berikutnya pertunjukan seni daerah dan para musisi lokal serta artis Kunto Aji.
Data dari panitia menyebutkan, menu-menu kuliner tradisional Aceh yang akan dipamerkan dalam festival nanti adalah kuah beulangong (kari kambing khas Aceh), gulee eungkot paya (gulai ikan payau khas Aceh), sie seuop (olahan daging sapi dengan bumbu bawang putih dan jahe), sie reuboh (olahan daging sapi dengan cuka enau), bieng teupeuleumak (gulai kepiting khas Aceh), dan gulee rampoe (sayur bening khas Aceh).
Selanjutnya asam udeung (sambal udang dan belimbing sayur), ayam goreng panas khas Aceh, sie itiek masak puteh (masakan daging bebek dengan kuah putih kental khas Aceh), eungkot suree ttutot (ikan tongkol bakar khas Aceh), asam jieng (gulai ikan asam pedas), kuah pliek u, beulacan (pepes kelapa khas Aceh), serta tumeh tirom (tiram tumis).
Kemudian ada bu kulah (nasi dibungkus daun pisang khas Aceh), boh manok teupeulemak (gulai telur), cicah bungong peutik (urap bunga kates), cah krukut (sambal kikil asam pedas), sambai wok (sambal ikan teri cabe hijau), deudah boh manok (telur ayam yang dibakar), dan boh manok u (telur dadar kelapa).
Berikutnya ungkot payeh (pepes ikan khas Aceh), keumamah (masakan ikan kayu khas Aceh), phek (cincangan pisang muda yang digoreng), bu gureng asam sunti (nasi goreng asam sunti khas Aceh), serta sambai atau lambai on peugaga (lalapan khas Aceh yang sering ada di bulan Ramadhan).
Selain itu juga ada deretan penganan dan minuman lain yang disajikan seperti leumping, kribung, empieng u,beureunee, bu Leukat boh drien, putu mayang, seuneucah, apom balek, kanji rumbi, caluek,pulot bakar, Ie boh timon, Ie boh timon gapue, Ie boh peutik, kopi tubruk dan kopi gayo. Nah, tertarik mencoba?
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.