PAPUA – Bila berkesempatan mengunjungi Raja Ampat, maka pelancong harus mampir ke Desa Sawinggrai. Tentunya, desa yang terletak di Distrik Meos Mansar, Raja Ampat ini memiliki keistimewaan.
Desa Sawinggrai seperti menjadi panggung untuk menyaksikan atraksi burung cenderawasih merah menari. Burung pengicau dari famili paradisaedae ini disebut sebagai burung dari surga, karena memiliki bulu yang indah perpaduan dari beberapa warna.
Burung cenderawasih semakin spesial keberadaannya, karena hanya ditemukan di kawasan paling Timur Indonesia ini. Ada empat spesies cenderawasih yang dapat ditemui di sekitar Desa Sawinggrai, yaitu cenderawasih merah, cenderawasih belah rotan, cenderawasih kecil, dan cenderawasih besar.
Dari empat spesies tersebut, cenderawasih merah menjadi ikon Desa Sawinggrai. Oleh karenanya, atraksi cenderawasih merah, terutama pada musim kawin, menjadi salah satu daya tarik wisata di Desa Sawinggrai. Turis mancanegara yang berkunjung ke Raja Ampat pastinya tertarik mampir ke Desa Sawinggrai untuk menyaksikan atraksi langka ini.
Mengapa pada musim kawin? Karena pada saat itulah cenderawasih jantan akan melakukan gerakan serupa tarian, yang selain untuk memikat cenderawasih betina, juga memikat turis mancanegara.
Atraksi unik dan eksotis dari burung penebar pesona ini dapat dinikmati karena masyarakat Desa Sawinggrai tidak memburu cenderawasih di habitat aslinya. Kearifan lokal inilah yang membuat generasi berikutnya dapat menikmati eksotisme cenderawasih merah yang menari. Demikian dikutip dari Indonesia.travel, Sabtu (9/5/2015).
(Yogi Cerdito)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.