Rokok juga menghambat kemampuan belajar anak. Anak terpapar rokok, akan susah belajar. Jika membiarkan anak merokok, mereka tidak akan mampu bersaing dengan bangsa lain. Kalau negara biarkan industri rokok terus racuni anak dan remaja, maka menghasilkan generasi penerus yang bodoh, tidak kreatif, dan tertinggal.
Mengubah struktur otak anak
Rokok akan mengubah struktur otak anak. Nikotin dari tembakau akan memperkuat daya penerimaan otak terhadap kokain. Anak terpapar asap rokok sejak kecil akan lebih mudah kecanduan kokain dan ganja. Tahun 2008 di Columbia, hampir 90 persen pecandu kokain adalah perokok usia dini. Sayangnya, sampai saat ini negara membiarkan anak kecil merokok. Tentu nantinya generasi muda akan mudah kecanduan narkoba, bodoh, dan fisiknya tidak berkembang baik.
Tumbuh kembang tidak normal
"Rokok juga sebabkan anak stunting (pendek dan sangat pendek). Berdasarkan data Riskesdas 2007, anak yang terpapar asap rokok, pertumbuhan badannya tidak optimal, balita akan alami stunting. Bisa dibayangkan anak kita kelak menjadi generasi cebol," simpul Dr Kartono.
(Yogi Cerdito)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.