FESTIVAL dragon boat atau Perahu Naga diadakan tiap tahun oleh pengurus Klenteng Boen Tek Bio di Tangerang. Bagaimanakah asal mula festival ini dilakukan?
Perayaan yang disebut Peh-Cun ini digelar tanggal 7 atau 8 bulan ke lima dalam penanggalan China. Acara ini mulai digelar di Tangerang sekira tahun 1910. Hal ini dikarenakan sungai di Jakarta sudah dangkal, sehingga dipindahkan ke Tangerang di Sungai Cisadane.
Dahulunya, tahun 1938 dibuatlah sepasang Perahu Naga oleh Lim Tiang Hoat di daerah Kedaung Barat. Namun, pada tahun 1942 di masa kedatangan Jepang, Perahu Naga tersebut dibakar oleh Jepang. Perayaan ini pun sempat terhenti sejak tahun 1965.
Namun pada tahun 2000, Pemerintah Kota Tangerang menghidupkan kembali tradisi Pe-Cun hingga sekarang.
Humas Perkumpulan Keagamaan dan Sosial Boen Tek Bio, Oey Tjin Eng, mengatakan bahwa tradisi ini masih ada hingga sekarang. Tahun ini, tradisi Peh-Cun jatuh tanggal 19 Juni 2015. Pada acara itu, banyak orang berbondong-bondong untuk menyaksikannya.
Seperti tahun sebelumnya, tradisi ini akan terlebih dahulu dilakukan oleh pengurus Klenteng Boen Tek Bio. Baru setelah itu dilakukan oleh Pemkot Tangerang yang membawa peserta profesional.
“Kita ada acara itu untuk orang-orang Tangerang saja, tapi masih amatir. Baru setelah itu dari Pemkot Tangerang bawa yang profesional. Bisa dalam hari yang sama,” terang Tjin Eng kepada Okezone di Klenteng Boen Tek Bio, Pasar Lama, Tangerang, Selasa 3 Maret 2015.
Acara ini pun biasanya dihadiri oleh peserta dan penonton dari luar Tangerang. Tjin Eng mengatakan acara ini bisa diikuti hingga 20 regu yang membawa orang-orang profesional. “Tiap tahun ada dragon boat, bisa sampai 20 regu,” tutupnya.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.