TAHUN Baru China atau Imlek memang masih beberapa hari lagi. Tapi awak media, sudah merasakan kemeriahannya, khususnya mencicipi sejumlah hidangan yang wajib disuguhkan saat perayaan tahun baru.
Pusat perbelanjaan Ciputra yang berlokasi di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu, mengundang sejumlah awak media untuk ikut meramaikan Imlek. Diselenggarakan saat jam makan siang, para awak media disuguhi berbagai sajian istimewa khas Imlek dengan cara penyajian ala hotel bintang lima.
Tidak hanya menikmati sajiannya, awak media pun, termasuk Okezone, mendapat pemahaman tentang makna dibalik sajian khas Imlek dari Chef Mak Yat Meng atau yang lebih akrab dipanggil Chef Henry Mak, Executive Chef Hotel Ciputra, Jakarta.
“Agar tidak cuma masyarakat Tionghoa yang mengerti makna dan tradisi dari perayaan Imlek. Tapi, masyarakat secara umum juga tahu apa saja yang dirayakan saat perayaan Imlek,” kata Chef Henry.
Chef Henry pun menjelaskan makna dari sejumlah makanan khas Imlek yang siang itu disuguhkan untuk para wartawan. Misalnya seperti hipio soup, yang terbuat dari gelembung renang ikan, atau orang sering menyebutnya perut ikan. Hidangan ini menyiratkan makna ketahanan dan keuletan dalam hidup menghadapi semua kesulitan.
Kemudian ada roasted duck atau bebek panggang. Hidangan ini memang terbilang spesial. Biasa menjadi hidangan di momen spesial seperti hari-hari besar, salah satunya Imlek. Hidangan pindang bandeng atau yang dalam bahasa Mandarin, nian nian you yu, memiliki makna setiap tahun ada ‘sisa’. Maksudnya, ada rezeki berlebih dan harapan agar bisnis, karir serta kesejahteraan semakin baik dari tahun ke tahun.
Hidangan ca rebung (Lucky Bambo with shrimp), menunjukkan semangat kehidupan yang baru sesuai dengan filosofi tunas bambu (rebung), bu bu gao sheng, semakin lama semakin sukses, baik dalam karir, bisnis, pendidikan, dan kesehatan.
Ada juga sea-cucumber with mushroom and brocoli atau dikenal dengan haisom spesial. Hidangan yang berbahan pokok sejenis teripang. Makanan ini memang tidak selalu ada di meja makan karena harganya yang cukup mahal. Tapi hidangan ini memiliki makna harapan berlimpahnya rezeki dan keuletan.
Kemudian ada nuomi fan atau cantonese glutinous rice. Menyiratkan akan kebersamaan dan kekompakan dalam keluarga yang dilambangkan dari beras ketan yang lengket. Juga ada five combination cold and warm appetizer atau disebut juga thousand years egg. Melambangkan panjang umur dan kesehatan.
Tidak ketinggalan, ada kue keranjang kukus (Imlek cake with coconut). Dalam bahasa Mandarinnya, nian gao, memiliki bentuk asli lebih mirip lontong dan cita rasanya tawar.
“Namun di Indonesia karena pengaruh lokal, berubah menjadi manis dan cokelat warnanya karena gula yang terkaramelisasi. Disebut kue keranjang karena dulu dicetaknya dalam keranjang-keranjang kecil dari anyaman bambu,” jelas Chef Henry. Kue ini melambangkan kebersamaan dan kekompakan.
General Manager Mal Ciputra Ferry Irianto mengatakan, bahwa perayaan Imlek bukan semata pergantian kalender tahun China. "Kami ingin mengajak para pengunjung merasakan pengalaman dan sensasi beda dari perayaan Imlek yang diawali dengan makan bersama, menandakan ikatan kekeluargaan yang harmonis,” imbuhnya.
Selain mengajak untuk mengenal makanan khas Imlek, pusat perbelanjaan juga menggelar berbagai hiburan lainnya, seperti pertunjukkan tari dari Tiongkok dan seni wayangnya.(ndr/yac)
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.