Pada sekuen kedua, Yanny menghadirkan 24 busana cheong sam dan batik lilitan dengan motif flora dan fauna. Uniknya, setiap motif memiliki filosofi sendiri
"Filosofi seperti burung bangau sebagai simbol kesetiaan dan cinta kasih. Lalu ada burung walet yang berarti loyalty atau menjaga kesetiaan, serta bunga krisan artinya happy," imbuhnya.
Pergelaran busana Yanny Tan di Museum Nasional (Foto: Dede/Okezone)
Sedangkan sekuen ketiga, ada sembilan gaun malam dan tiga busana pengantin. Semua busana tersebut, diakui Yanny, tetap mengusung soal keindahan alam.
"Evening gown memang lebih lady look, tapi detailnya masih dalam satu benang merah," tutupnya.
(Ainun Fika Muftiarini)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.