Di pergelaran tersebut, Yanny memang memadukan batik dengan sentuhan peranakan. Kendati demikian, ia juga mengemasnya dengan gaya yang lebih modern. Misalnya saja, baju batik model peplum, namun di bagian kerahnya adalah cheong sam.
"Potongannya simpel tapi elegan. Ada cheong sam. Karakter yang memakai busana saya harus up to date, feminin, down to earth karena batik yah," terangnya.
Dalam pergelaran semalam, ada 48 karya yang dibagi menjadi tiga sekuen. Masing-masing memiliki jalan cerita tentang perjalanan sejarah desain yang bisa menginspirasi wanita Indonesia modern untuk menyatakan kebanggaan terhadap kekayan budaya bangsa yang membentuk negara ini.

Yanny Tan hadirkan pakaian batik untuk sambut imlek (Foto: Dede/Okezone)
Di sekuen pertama, terdiri dari 12 busana ready to wear. Dari segi warna memang lebih natural, tapi siluetnya membentuk A line dan cocok untuk acara kasual.