Apalagi jika game yang dimainkan berunsur kekerasan. Rudy menilai hal ini bisa membentuk karakter mereka menjadi seorang pemberontak, dan rasa ingin tahu yang besar akan segala sesuatu yang terlarang, serta mempunyai tingkah laku yang kadang sangat sulit diterima oleh masyarakat.
Efek lainnya bisa muncul adalah kesulitan bersosialisasi, komunikasi, dan memiliki empati si anak terhadap orang lain sekitarnya. Kondisi ini memicu agresivitas anak dan terkikisnya hubungan sosial anak terhadap kondisi sekeliling.
“Kondisi ini bakal diperparah ketika si anak yang kecanduan game online tapi tidak mempunyai uang untuk bermain. Maka dia akan melakukan tindakan mencuri dan memalak kawannya guna bisa mendapatkan uang untuk dapat terus bermain game online tersebut,” kata Rudy.
Para orangtua dan masyarakat diminta proaktif mengawasi anak-anak dalam bermain game, agar perkembangan psikologinya tak terganggu. “Orang tua harus selektif dalam mengingatkan dan memilih game online yang tepat untuk dimainkan si anak.” pungkasnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.