BEBERAPA tahun lalu, desain baju bak putri raja masih menjadi tren di kalangan fashionista, kini tak lagi. Pergeseran gaya busana yang lebih sederhana saat ini justru menjadi pilihan.
Pandangan tersebut disampaikan Harry Ibrahim, Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat. Menurutnya, gaya berbusana simpel dan chic kini tengah menjadi sorotan para wanita Indonesia.
“Desain ekstravaganza saat ini malah terlihat kuno dan tidak kekinian. Banyak wanita Indonesia yang lebih suka gaya busana yang simpel dan tidak banyak ornamen,” jelas Harry di Bandung, Jawa Barat, Senin, 8 Desember 2014.
Melihat hal itu, banyak perancang yang akhirnya berbondong-bondong membuka second line untuk mewadahi produksi pakaian yang lebih siap pakai.
“Kalau kita lihat di Jakarta atau kota-kota besar lainnya, banyak desainer yang sudah punya label baru, khusus untuk produk yang mass productions. Alasannya sederhana, pasar menuntutnya demikian. Kalau kita bertahan dengan yang eksklusif, siapa yang mau beli?” lanjutnya.
Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan kebutuhan akan cara berpakaian mulai berubah saat ini.
“Gaya busana pesta masyarakat Indonesia sudah mulai sederhana dan tidak ingin terlihat gonjreng. Faktor kepraktisan, ekonomi yang meningkat, dan kebutuhan yang mulai tidak neko-neko merupakan faktor yang membuat wanita saat ini sudah mulai bergeser memilih pakaian yang ready to use,” tutup Harry. (tty)
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.