SEBANYAK 29 anak yatim piatu Yayasan Bina Harapan menuliskan harapan mereka pada wish card di pohon natal R Hotel Rancamaya, Bogor.
Anak-anak menyalakan lampu yang menerangi pohon natal setinggi empat meter. Kemudian menyanyikan lagu-lagu bernuansa natal, di antaranya Jingle Bell, Feliz Navidad, We Wish You A Merry Christmas, dan Holy Night.
Menurut Resident Manajer R Hotel Rancamaya, Herman Buspa, hal ini dilakukan menyambut Natal sebagai bentuk peduli terhadap sesama.
"Kami ingin berbagi dan memastikan anak-anak dari panti asuhan masih bisa mempertahankan khayalan dalam dunia dongeng dan tidak hilang dari dunia kekanak-kanakan. Separo dongeng, separo kenyataan," ujar Herman kepada Okezone di R Hotel Rancamaya, Bogor, Jumat (5/12/2014).
Harapan yang ditulis anak-anak Yayasan Bina Harapan dapat berupa barang-barang dalam kehidupan sehari-hari atau harapan dengan berbagai bentuk. Hal ini dilakukan agar anak-anak merasakan dunia anak seperti di dongeng natal.
"Memang kita bebaskan wish mereka, kebutuhan mereka. Memang dari awal kami coba memberikan ide ke mereka. Karena anak-anak masih percaya wish datang dari langit. Dan yang mereka minta itu barang-barang sederhana," terangnya.
Harapan yang dituliskan kemudian digantungkan di pohon natal selama 20 hari. Dalam 20 hari itu, pihak hotel memberitahukan kepada pengunjung, staf dan semua pihak yang ingin membantu mewujudkan harapan anak-anak yatim piatu itu.
"Selama 20 hari kami beritahu ke pengunjung dan siapapun yang mau membantu. Tanggal 24 tamu sudah memberikan, baru nanti diberikan kepada anak-anak," tutupnya.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.