MELIHAT segerombolan lumba-lumba momen langka. Tetapi, tim Ekspedisi Lengguru 2014 berhasil melihat 300 ekor lumba-lumba di perairan Papua Barat.
Salah satu tim peneliti dari Ucu Yanu Arbi Pusat Penelitian Oceangrafi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, kemunculan lumba-lumba sering terjadi di perairan Indonesia. Tetapi, kali ini tim peneliti melihatnya muncul dalam jumlah sangat banyak.
“Kalau dari sisi kemunculan, hampir setiap saat muncul itu lumba-lumba. Sedangkan, kalau dari segi jumlahnya ada yang sekali muncul tiga ekor, tetapi ada yang sampai 300 ekor sekali muncul, keluarga besar,” ujarnya pada Okezone di Media Center LIPI, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2014).
Tiga ekor lumba-lumba tersebut di antaranya, Tursiops Aduncus atau hidung botol, Stenella Longirostris Longirostris dan Stenella Longirostris Roseiventris yang merupakan jenis paruh panjang. Ucu menjelaskan, ketiga jenis lumba-lumba memang umum muncul, tetapi salah satunya baru pertama kali muncul di perairan Papua.
“Ini jenis lumba-lumba yang umum, tetapi ada satu lumba-lumba yang baru pertama kali tercatat di perairan Papua, sebelumnya belum pernah, yaitu Tursiops Aduncus. Jadi, di tempat lain jenis lumba-lumba tersebut sudah umum, tetapi di Papua belum ada laporan sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, lumba-lumba pada umumnya memang hidup berkelompok atau berkoloni. Perilaku muncul ke permukaan laut dari lumba-lumba karena hewan ini termasuk mamalia, sehingga muncul ke permukaan laut mengambil udara.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.