Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bayi Menggemaskan, Jangan Cubit Pipinya!

Mom & Kiddie , Jurnalis-Rabu, 19 November 2014 |13:04 WIB
Bayi Menggemaskan, Jangan Cubit Pipinya!
Bayi menggemaskan, jangan cubit pipinya! (Foto: Saintthomashealth)
A
A
A

Ditemui di tempat terpisah, dr. As'at Hadiwinoto SKM, SpA, juga sependapat bahwa ketika melihat bayi yang lucu, wajar bila orang lain merasa gemas. Respons yang ditunjukkan bisa dalam bentuk reaksi lisan seperti memuji anak, maupun dalam bentuk perbuatan seperti mencium, mencubit pipi atau menggelitiki.

Namun, jika dilakukan secara berlebihan akan berdampak negatif pada si kecil, baik itu dari segi psikologis maupun fisik. Berikut di antaranya:

Mencubit pipi

Seringkali mencubit pipi dilakukan secara berlebihan bahkan dilakukan berulang–ulang. Sementara pipi atau kulit bayi masih sangat halus dan cenderung sensitif, ketika kita dengan sengaja atau tidak sengaja mencubit pipi ataupun bagian kulit lainnya dapat menyakiti si kecil yang menimbulkan luka memar dan pendarahan di kulit dan bawah kulit/timbul bekuan darah. Selain itu bayi cenderung sering mudah menangis. Berikut adalah bahaya dari segi fisik:

1. Luka memar. Saat mencubit akan meninggalkan warna merah dan kebiruan ke dalam kulit. Perubahan warna yang merupakan hasil dari aksi mencubit merusak pembuluh kapiler di kulit. Pembuluh darah di bawah kulit yang rusak membuat daerah yang terkena menjadi memar.

2. Timbul bekuan darah. Ketika Anda sengaja mencubit bayi ada kecenderungan bahwa hal tersebut akan membentuk bekuan darah/gumpalan darah di bawah kulit yang dikenal sebagai “hematom” . Sebaiknya jangan mencubit bayi tapi sentuhlah pipinya secara halus tanpa ada penekanan pada pipi bayi.

Mencium pipi

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement