Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bayi Menggemaskan, Jangan Cubit Pipinya!

Mom & Kiddie , Jurnalis-Rabu, 19 November 2014 |13:04 WIB
Bayi Menggemaskan, Jangan Cubit Pipinya!
Bayi menggemaskan, jangan cubit pipinya! (Foto: Saintthomashealth)
A
A
A

MELIHAT bayi yang lucu dan menggemaskan tentu saja membuat semua orang gemas dan biasanya diekspresikan dengan mencium, memegang pipi, hingga mencubit gemas. Meski, maksud hati adalah ungkapan kasih saying, tapi ternyata tak semua bayi menyukainya loh.

Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir Mom & Kiddie.

Bayi lebih sensitif

Menurut Ristriarie Kusumaningrum, M. Psi, bayi banyak belajar dan membentuk pengalaman pertama dengan menggunakan sensori (panca indra). Bayi lebih sensitif dalam kadar sentuhan maupun penglihatan.

Meski bayi belum memiliki penglihatan yang sempurna, tapi ia mengenali ibu atau sosok pengasuh dari aroma, gerakan dan suara. Jika ada banyak orang asing yang memberikan bentuk perhatian berupa ciuman, pelukan, gelitik atau “cubitan” gemas. maka hal itu akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Apalagi jika bentuk ekspresi tersebut diberikan dalam bentuk yang berlebihan. Biasanya bayi akan mulai menunjukkan rasa tidak nyaman dengan cara gelisah, ekpresi wajah mulai cemberut atau terlihat seperti mau menangis.

Tidak berlebihan

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement