"Itu salah satu orgasme paling intens yang pernah saya miliki dan itu tanpa bantuan," katanya.
"Saya takut dan bingung, aku hanya berlari keluar dari toko dan saat pulang aku terus orgasme,"
Anaya telah mencoba segalanya untuk menyembuhkan kondisinya termasuk mandi dengan air dingin, mengubah pola dietnya, olahraga, tapi tidak ada yang berhasil.
Dr. David Goldmeier seorang ahli pengobatan seksual di Imperial College di London mengatakan, gangguan gairah kelamin persisten adalah kondisi yang baru dikenal, dimana penderitanya mengeluh jangka waktu stimulasi genital yang tidak berhubungan dengan hasrat seksual.
Penderita PGAD mengalami gangguan dimana ia tak bisa berhenti untuk orgasme. Gairah ini bisa bertahan selama berjam-jam, berhari-hari bahkan lebih lama.