INA Thomas turut memeriahkan acara ulangtahun dr Sonia Wibisono. Di acara tersebut, Ina Thomas memamerkan koleksi premium dari lini busananya.
Dalam acara ini, Ina Thomas menghadirkan koleksi dalam nuansa yang feminin. Hal ini terlihat dari pemilihan warna serta detail bunga-bunga yang ada dalam koleksi premium Malala oleh Ina Thomas.
"Malala kali ini kita mengeluarkan koleksi kali ini konsepnya warna-warna lembut, warna pastel seperti baby pink. Detailnyapun pakai bordir yang telah dibentuk bunga sama sedikit payet tetapi masih menonjolkan keanggunan," jelas Ina Thomas kepada Okezone di Davinci Tower, Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Tidak hanya bordir, taburan mutiara putih pun turut memberi kesan anggun pada koleksi istri Jeremy Thomas ini. Dengan taburan di sudut-sudut busana, membuat koleksi ini semakin manis. Bahkan, busana Malala ini bisa digunakan oleh wanita berhijab maupun yang tidak berhijab.
"Itu detail yang mutiara putih itu ingin tetap menampilkan keanggunan konsepnya Malala itu sendiri. Makanya baju-bajunya itu tadi agak konservatif, jadi saya tadi kenapa malala itu konsepnya untuk hijab, bisa juga untuk yang tidak memakai hijab juga bisa," papar Ina.
Siluet busana Malala ini pun terbilang cukup berani dengan beberapa busana dalam belahan yang tinggi. Namun, potongan tersebut tetap memiliki kesan sexy yang sopan. Selain itu beberapa siluet cape yang menjadi ciri khas Malala pun turut ditonjolkan.
"Potongan tertutup dan terbukanya juga tidak jorok. Karena malala untuk konsep awalnya itu kaftan. Kalau cape memang jadi ciri khasnya malala, karena malala itu untuk wanita yang enerjik," imbuh Ina Thomas.
Sementara ini, koleksi premium Malala masih tersedia secara online melalui sistem pre-order.
"Jadi ini kita bikin yang premium, kita trial dulu mungkin ada peminat yang premium maka marketnya lebih berkembang lagi. Karena ini premium, jadi kita sedang mencoba. Jadi saat masukin ke website atau internet via online kita akan melihat apakah itu ada yang berminat. Kalau berminat po dia harus menunggu dua minggu karena detailnya susah," tutup Ina Thomas.
(Ainun Fika Muftiarini)