Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesalahpahaman Mengenai Penyebab Diabetes

Erika Kurnia , Jurnalis-Senin, 17 November 2014 |05:10 WIB
Kesalahpahaman Mengenai Penyebab Diabetes
Kesalahpahaman mengenai penyebab diabetes (Foto: Tribune)
A
A
A

BANYAK orang yang mungkin mengira diabetes hanya akan dialami oleh mereka yang memiliki keturunan diabetes atau yang kelebihan berat badan saja. Itu merupakan kesalahpahaman yang mungkin perlu Anda ketahui, seperti informasi lain yang dikutip dari Womenshealthmag, Minggu (16/11/2014).
 

Diabetesi tidak harus selalu kelebihan berat badan

Anda mungkin membayangkan pasien diabetes, khususnya tipe 2, pasti memiliki masalah berat badan dan kurang aktif. Namun kini kasus diabetes lebih menjadi masalah bagi kaum muda dan mereka yang bertubuh kurus.

Sekitar 15 persen orang dengan diabetes tipe 2 tidak kelebihan berat badan. Anda mungkin terlihat sehat di luar, tapi sejumlah kebiasaan yang tidak sehat dapat mendorong Anda berperilaku seolah-olah Anda mengalami obesitas. Ini tentu menempatkan orang kurus pada risiko diabetes.

Soda diet menjadi pemicu

Anda tahu bahwa diet soda tidak baik untuk Anda. Tetapi apakah Anda tahu bahwa kesenangan yang salah tersebut menyebabkan risiko diabetes tambahan? Menurut penelitian, mengonsumsi pemanis buatan memicu intoleransi glukosa, sering kali menjadi awal penyakit yang lebih besar, seperti diabetes tipe 2.

Kebiasaan kopi cegah diabetes

Menurut studi dari Harvard School of Public Health, peneliti menemukan bahwa peminum kopi yang serius yang minum 4-6 cangkir sehari, memiliki risiko 29-54 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 selama 18 tahun studi.

Melewatkan sarapan meningkatkan risiko diabetes

Sebuah studi menemukan bahwa pekerja yang kadang melewatkan waktu sarapan, memiliki risiko 54 persen diabetes tipe 2 lebih tinggi dibandingkan mereka yang rajin sarapan.

Saat Anda pergi tidur, tingkat insulin Anda stabil dan turun ketika Anda bangun tidur di pagi hari. Ketika Anda makan siang insulin meningkat lagi, dan naik turun seperti itu terus. Efek yoyo dari kadar insulin tersebut dapat menyebabkan tubuh Anda untuk mengembangkan resistensi insulin, yang dapat memicu diabetes tipe 2.

Mengatur stres

Stres kronis bisa membuat kadar gula darah Anda meroket. Dan jika Anda tidur kurang dari enam jam sehari, Anda dapat melipatgandakan risiko diabetes. Untuk kesehatan Anda, makan dengan baik dan aktif secara fisik, ditambah manajemen stres dapat membuang risiko diabetes jauh-jauh, sekalipun Anda memiliki riwayat diabetes. (yac)

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement