UNTUK mengembangkan pariwisata, Menteri Pariwisata Arief Yahya memanfaatkan sosial media. Cara ini dirasa efektif sebagai sarana promosi.
“Saya akan menggunakan channel digital. Poinnya harus mudah dan murah. Kita gunakan seluruh sosial media,” ucap Arief Yahya kepada wartawan di Marina Batavia, Ancol, baru-baru ini.
Mantan Dirut Telkom mengatakan sosial media bersifat horizontal, tidak berkepala, sehingga efeknya hebat. Melalui sosial media, Kementerian Pariwisata membuat kotak center, menugaskan orang yang akan menjawabnya, dan dibagi berdasarkan area domisili masyarakat.
“Akan kita buat semacam kotak center, siapa yang menjawab, dan dibikin per area, misalnya Bali atau Jakarta,” jelasnya.
Selain dibagi berdasarkan area, kotak center akan dibagi berdasarkan minat khusus masyarakat. Contohnya penggemar diving dan penggemar snorkeling.
Kotak center menggunakan lima macam bahasa sesuai dengan bahasa customer. Kelima bahasa tersebut adalah bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Cina, dan bahasa Korea.
“Kalau customernya dari Australia, bahasa Inggrisnya harus ada slangnya,” tutupnya.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.