“Namanya juga penampilan seperti ini kan masih ada yang harus belajar, dan ada juga yang sudah establish, sudah bagus, ya itu tetap beragam seperti itu,” imbuhnya.
Di tengah banyaknya desainer baru yang bermunculan, banyak juga yang menganggap bahwa jika seseorang sudah bisa menggambar serta membuat baju, mereka mengklaim diri sebagai desainer. Namun tidak sepenuhnya hal itu benar. Desainer berdarah Sunda ini pun menjelaskan bagaimana perjalanan karir desainer sebenarnya.
“Mungkin lebih kepada fase. Para desainer harus melewati fase seperti pendidikan, pengalaman, bagaimana di industri ini juga, katakanlah jam terbang. Semua desainer harus melalui itu semua, itu perlu dan butuh waktu dalam pengertian setiap karya pencapaiaannya ada kemajuan ada kemunduran, itu yang dinilai dan yang dilihat,” terangnya.
Sebagai orang desainer, kesuksesan dan ketenaran menurut Deden tidak dapat diraih dengan waktu yang singkat. Untuk itu dia menyarankan kepada para desainer baru untuk terus belajar dan lebih mengeksplorasi karya-karyanya.
“Balik lagi ke desainer tersebut, segala sesuatunya tidak bisa instan, butuh proses, melewati fase dan sebagainya. Jadi pada akhirnya mereka harus banyak belajar, melihat, dan bisa mendengar bahwa sejauh mana karya bisa dinikmati dan dinilai bahwa karya tersebut layak dan mendapatkan pencapaian ataupun visi yang telah ditentukan dan tercapai oleh desainer tersebut,” tutup Deden Siswanto.
(Ainun Fika Muftiarini)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.