COLOMBO - Belum lama ini, tepatnya 26 April 2014, Putri Pariwisata Indonesia 2013 Nabila Shabrina diundang untuk menjadi volunteer dalam acara South Asia Summit on Youth and Human Rights (SASYHR) di Colombo, Sri Lanka. Nabila turut hadir bersama delegasi dari delapan negara.
Ketika itu, Nabila mengangkat topik tentang hak asasi manusia dari berbagai negara yang dikaitkan dengan masalah kepemudaan. Delegasi dari negara lain turut menyampaikan keadaan penegakan hak asasi manusia di negara masing-masing. Kemudian, audiens dari negara lain berhak untuk menanggapi materi para pembicara.
"Acara berlangsung begitu menarik karena semua orang diwajibkan untuk berbicara. Ini merupakan tempat yang tepat bagi para pemuda untuk tukar pikiran. Adalah hak asasi setiap manusia untuk menyampaikan pendapatnya secara bebas," tuturnya dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Sabtu (3/5/2014).
Nabila menambahkan, momen tersebut menjadi kesempatan sangat baik baginya untuk berbicara di depan umum. Inilah momen pertama Nabila untuk menyampaikan pidato di depan forum internasional.
"Awal mula saya sampaikan bahwa Indonesia dan tuan rumah acara South Asia Summit on Youth and Human Rights, Sri Lanka, telah menjalin hubungan baik, bahkan sejak masa 1950an, dibuktikan dengan adanya Konferensi Asia Afrika. Saya berada di sana untuk membuktikan bahwa sampai sekarang Indonesia masih ingin tetap mempertahankan hubungan baik dengan Sri Lanka," kenangnya.
Menghadiri sebuah forum internasional, Nabila tak hanya ingin menyampaikan ide-idenya. Dia menyatakan keinginan untuk mendapat pembelajaran tentang hak asasi manusia lalu mengajarkannya kembali kepada para pemuda Indonesia sepulang dari Sri Lanka.
"Setelah speech tersebut, saya cukup terharu mendengar tanggapan positif dari seluruh audiens. Bahkan, penyelenggara acara menghampiri saya dan menyatakan bahwa saya adalah The Ambassador of The World Campaign, United Nation of Global Survey for a Better World. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bisa menjadi salah satu Duta PBB," tuturnya.
Nabila mengaku mendapatkan banyak sekali pembelajaran dalam forum tersebut. Dia bisa menyimpulkan bahwa sampai sekarang hak asasi manusia masih merupakan suatu tujuan ideal dengan banyak pelanggaran di hampir semua negara. Harapannya, seluruh umat manusia, terutama para pemuda, bisa bekerjasama untuk menjadikan tujuan ideal ini menjadi kenyataan.
Keesokan hari, tepatnya 27 April 2014, Nabila datang ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sri Lanka. Tujuan awalnya hanya untuk melihat bagaimana keadaan KBRI di Sri Lanka. Namun, tak disangka dia mendapat kesempatan untuk berjumpa dengan Duta Besar Indonesia di Sri Lanka, yaitu Hadimawan Suyitno.
"Beliau adalah orang yang sangat ramah dan bersahabat. Bahkan, saya diundang untuk makan malam bersama di rumah beliau bersama beberapa orang Indonesia yang ada di Sri Lanka. Momen yang sangat tak terlupakan bisa berkumpul dengan seluruh warga Indonesia di sana, rasa persatuan dan kekeluargaanpun muncul," ujarnya.
Hingga kini telah tiba di Indonesia, Nabila mengenang perjalanannya sebagai pengalaman terbaik dalam hidupnya. Dia merasa beruntung bisa bertemu begitu banyak orang dan mendapat sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
(Fitri Yulianti)