Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelajahi Kampoeng Kepiting di Bibir Jalan Tol Bali

Rohmat , Jurnalis-Kamis, 16 Januari 2014 |21:28 WIB
Jelajahi Kampoeng Kepiting di Bibir Jalan Tol Bali
Kampoeng Kepiting di Bali (Foto: wego)
A
A
A

BAGI yang masih mengagendakan berlibur ke Pulau Bali, wisata teranyar bernama Kampoeng Kepiting di bibir perairan Jalan Tol Bali ini bisa menjadi alternatif. Sangat tepat dikunjungi untuk wisata keluarga.

Lokasinya sangat strategis karena berada dekat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Bahkan, persis di sisi kiri atau utara jalan sebelum pintu masuk gerbang tol di Ngurah Rai. Untuk menjangkaunya sangatlah mudah, dari arah Utara Jalan by Pass Ngurah Rai di Nomor 1 atau persis sebelum bundaran ke bandara atau jalan tol sepanjang 12,7 kilometer.

Sesuai namanya, Kampoeng Kepiting yang berada di Desa Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, ini menjual satwa yang hidup di dua alam. Inilah daya tariknya di mata wisatawan. Tidak hanya dibudidayakan, kepiting yang berkembang baik di sekitar hutan mangrove itu juga menjadi salah satu menu andalan di beberapa gazebo dalam resto apung yang tersedia di kawasan yang dipopulerkan sebagai wisata kuliner alternatif itu.

Begitu memasuki areal yang cukup lebat dan asri karena ditumbuhi pohon mangrove, wisatawan berjalan kaki menyusuri tangga trekking sekira 100 meter masuk ke lokasi. "Ada keistimewaan di sini, wisatawan bisa menikmati pemandangan darat, laut, dan udara sekeligus," kata pengelola Kampoeng Kepiting, Made Sumasa, di Denpasar, Bali, baru-baru ini.

Saat air pasang, pemandangan perairan di sekitar jalan tol begitu memukau terlebih menjelang senja. Saat bersantai di setiap gazebo sembari bercengkrama bersama keluarga sesekali hampir kurang dari satu menit bisa melihat secara jelas ketika pesawat hendak mendarat di bandara.

Wisata yang dirintis sekira 98 nelayan di Tuban pada akhir tahun 2013 itu, kehadirannya tak lepas dari keberadaan jalan tol. Lantaran, nelayan setempat mulai kesulitan melaut karena jarak tangkapnya berkurang agar tetap bisa bertahan mereka kemudian mengembangkan kawasan pesisir di kawasan hutan mangrove.

Pengunjung bisa menikmati menyusuri keindahan perairan di sekitar jalan tol dengan menyewa kanao atau perahu yang dipandu nelayan. Untuk sewa perahu yang mengangkut sekira 6 penumpang cukup merogoh kocek Rp300 ribu selama tiga jam keliling laut. Bagi anak-anak atau mereka yang ingin lebih mengenal dari dekat hewan khas yang hanya tumbuh di kawasan itu, bisa berpetualang menyeburkan diri ke perairan tempat habitat kepiting.

"Pengunjung sembari menunggu pesanan makanan datang, bisa menjelajahi areal hutan mangroves sebagai tempat budidaya kepiting," tambah Sumasa, yang juga Ketua Kelompok Nelayan Wana Sari Tuban. Beberapa kuliner yang bisa disantap pengunjung, seperti "kepiting tol bergoyang", ikan bakar, sup kepala ikan, ayam goreng, maupun nasi goreng bumbu bali.

(Fitri Yulianti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement