Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pesan Penting Menkes pada Roy Sparringa, Kepala Badan POM

Qalbinur Nawawi , Jurnalis-Jum'at, 06 Desember 2013 |15:08 WIB
Pesan Penting Menkes pada Roy Sparringa, Kepala Badan POM
Menkes Nafsiah Mboi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

MENTERI Kesehatan Republik Indonesia dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH melantik  Dr. Roy Sparringa, M.App.Sc sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI baru menggantikan dra. Lucky S.Slamet, M.Sc yang sudah memasuki purna jabatan pada Juli 2013. Menkes mengharapkan pelantikan Dr. Roy Sparringa, M.App.Sc sebagai Kepala BPOM baru bisa mengawasi obat dan makanan yang menghadapi berbagai tantangan baru agar tetap sesuai dikonsumsi masyarakat.
 
Dalam sambutannya, Menkes menyatakan bahwa program-program pengawasan obat dan makanan menghadapi berbagai tantangan, antara lain meningkatnya ekspektasi masyarakat untuk mendapat perlindungan dari produk obat dan makanan yang tak memenuhi syarat dan adanya isu perdagangan pasar bebas, serta adanya pembentukan AEC (Asean Economic Committee).
 
"Dengan dibentuknya AEC pada 2015 akan terjadi penipisan entry barier dalam perdagangan dengan konsekuensi adanya peningkatan produk yang berisiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, tugas pengawasan obat dan makanan menjadi semakin luas dan kompleks. Namun saya yakin dan percaya, dengan sikap optimis, positif, dan kerja sama yang baik, serta bersikap cerdas dan profesional, maka berbagai tantangan itu bisa kita atasi dengan baik," katanya dalam acara bertema “Pelantikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI” di Gedung Adhyatma, Kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat, (6/12/2013).
 
Menkes berpesan kepada Ir. Roy A. Sparringa, agar bisa mengawal seluruh program secara optimal melalui peningkatan program pengawasan obat dan makanan ilegal, intensifikasi masyarakat, seperti intensifikasi pemberantasan obat dan makanan ilegal, intensifikasi pengawasan pangan fortifikasi nasional, program food safety masuk desa, serta program pasar aman dari bahan berbahaya. Pelayanan publik juga perlu ditingkatkan agar dapat berjalan lebih cepat, tepat, mudah, berdaya dan berhasil guna.
 
Selain itu, tambah dia, untuk menghadapi tantangan semakin kompleksnya kerja sama lintas instansi dan lintas sektor, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, maka upaya terobosan perlu dikembangkan secara sistematis, terarah dan berkesinambungan. Peningkatan kapasitas manajemen BPOM juga perlu terus dibangun agar organisasi berbasis kinerja dalam upaya memperkuat Badan Pengawas Obat dan Makanan sebagai National Regulatory Authority dapat terwujud.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement