Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Calon Menantu Sultan HB X Harus Jalani Prosesi Nyantri

Ainun Fika Muftiarini , Jurnalis-Senin, 07 Oktober 2013 |14:28 WIB
Calon Menantu Sultan HB X Harus Jalani Prosesi Nyantri
KPH Notonegoro (Foto: Kratonwedding)
A
A
A

ADA beberapa prosesi yang harus dilakukan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu dan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro. Salah satunya nyantri yang akan dilakukan pada 21 Oktober 2013.
 
Prosesi nyantri sendiri memang bertujuan untuk mengenalkan calon menantu, serta mempelajari bagaimana hidup sebagai anggota keluarga Keraton Yogyakarta. Selain itu, nyantri juga dilakukan untuk mengetahui keseharian calon mempelai pria atas segala perilaku dan tindak tanduk yang ditunjukkan. Hal ini akan masuk menjadi tolak ukur penilaian oleh pihak Keraton Yogyakarta.
 
“Nyantri ini diibaratkan sebagai training center bagi calon menantu Keraton Yogyakarta,” ungkap KRT Pujaningrat, dilansir Kratonwedding.
 
Namun pada prosesi nyantri zaman sekarang, ada beberapa perubahan yang terjadi. Jika dulunya nyantri dilaksanakan selama 40 hari, kini waktunya sudah dipersingkat. Bahkan seiring dengan perkembangan zaman, prosesi nyantri hanya dilakukan selama satu hari. Sebab, Keraton Yogyakarta memahami dan memberikan toleransi pada aktivitas lain yang dimiliki oleh calon menantunya, seperti bekerja.
 
Selain itu, perubahan lain juga terjadi pada pembimbingnya. Untuk prosesi nyantri sekarang, calon menantu tidak akan dibimbing Pepatih Dalem lagi, tetapi oleh sesepuh Keraton Yogyakarta yang ditunjuk oleh Sultan Hamengku Buwono X.
 
Prosesi tersebut nantinya berlangsung di Bangsal Kasatriyan. Di tempat itu, calon mempelai pria akan diajarkan adat-istiadat Keraton Yogyakarta, seperti cara berbahasa Jawa dengan Sultan, cara menyembah, dan ngapu rancang atau gesture tubuh ala Jawa, serta laku ndodok atau cara berjalan dengan berjongkok yang menjadi simbol perilaku yang sopan.
 
Untuk mengawali prosesi nyantri, calon mempelai pria, yakni KPH Notonegoro dan keluarganya akan dijemput dari Mangkubumen oleh Utusan Dalem dari Keraton Yogyakarta untuk menempati Bangsal Kasatriyan. Menariknya, para utusan tersebut akan menjemput calon mempelai pria menggunakan beberapa kereta kuda lengkap dengan pasukannya. Di Bangsal Kesatriyan, calon mempelai pria juga sudah ditunggu oleh para pangeran kerajaan dan akan menempati lokasi tersebut, sampai proses ijab kabul selesai.
 
Sementara itu, GKR Hayu sebagai calon mempelai wanita juga akan melakukan prosesi nyantri di bangsal Sekar Kedhaton. Namun, prosesnya tentu saja akan berbeda dengan calon mempelai pria. Prosesi nyantri tersebut, lebih digunakan sebagai persiapan calon mempelai wanita untuk menghadapi pernikahannya.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement