YOGYAKARTA - Desa wisata yang tidak dapat mengoptimalkan bantuan PNPM Pariwisata dari pemerintah selama dua tahun berturut-turut terancam ditutup. Pertimbangannya, bantuan hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Kesejahteraan Rakyat tidak dapat diberikan secara terus-menerus.
Hingga 2012, tercatat bantuan PNPM Pariwisata telah disalurkan untuk 972 desa di Indonesia. Namun demikian, tercatat baru sekira 100-an desa wisata yang masuk katagori "lulus".
"Lulus ini artinya tidak lagi membutuhkan bantuan PNPM, tapi sudah bisa berkembang, kunjungannya juga sudah bagus," jelas Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Firmansyah Rahim di Yogyakarta.
Sementara semenjak diluncurkan pada 2009, ditargetkan pada 2014 mendatang pemerintah bisa membentuk sedikitnya 2.000 desa wisata. Dari 972 desa wisata yang sudah mendapatkan bantuan PNPM, tercatat mayoritas berada di Jawa Tengah dan DIY.
Total anggaran yang disalurkan dua kali oleh pemerintah kepada satu desa wisata mencapai Rp250 juta. Bantuan periode pertama sebesar Rp100 juta dan bantuan periode kedua sebesar Rp150 juta. Namun demikian, nilai yang didapatkan setiap desa wisata hanya sebesar 70 persen dari bantuan yang diberikan.
Dari bantuan yang diberikan, 20 persen disalurkan untuk pendampingan dan 10 persen untuk manajemen. "Pendamping itu juga harus kita biayai agar dana bantuannya bisa terserap optimal untuk kebutuhan pengembangan desa wisata," tambahnya.
Guna mendukung pengembangan obyek wisata, pemerintah mencanangkan PNPM Pariwisata sejak 2009 lalu. Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan desa wisata. Pengembangan tidak hanya untuk membentuk desa sebagai obyek kunjungan wisata, tetapi juga desa sebagai penguat sebuah obyek wisata dan desa sebagai pendukung kebutuhan wisata.
Kemarin, dalam rangka membentuk jejaring pengelolaan desa wisata tersebut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengumpulkan para pengelola desa wisata di Yogyakarta. Kegiatan dilakukan dalam rangka membentuk jejaring desa wisata.
"Kebetulan kita sudah memiliki jejaring pengelola desa wisata. Nah, jejaring inilah yang akan dijadikan pilot project untuk dikembangkan secara nasional," tandas Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir seusai mengikuti pembukaan Temu Nasional PNPM Pariwisata.
Sementara, untuk desa wisata percontohan di DIY yang sudah masuk katagori pengelolaan baik dari catatannya, adalah Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, dan Sleman. Di desa tersebut, menurut Tazbir, kunjungan tamu baik asing maupun domestik sudah cukup bagus.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.