Merencanakan keuangan dengan baik (Foto: Corbis)
USAI melangsungkan pernikahan merupakan masa rawan dalam hal keuangan. Tak heran, wanita sebagai manajer keuangan dalam rumah tangga pun sering melakukan kesalahan fatal. Inilah beberapa kesalahan yang sering mereka lakukan.
Pengantin baru biasanya lebih tak terkontrol dalam mengelola keuangan. Ya, belum terbiasanya mereka mengelola keuangan pribadi ketika memulai kehidupan baru menjadi sebab utamanya. Karenanya, sederet kesalahan dalam mengelola uang sering kali mereka lakukan.
Quickeasyfit.com memberikan bocoran kesalahan populer yang sering dilakukan pengantin baru.
Masing ingin bersenang-senangKarena jatuh cinta, pasangan yang baru saja menikah merasa bahwa mereka memiliki pemikiran yang sama, yakni cenderung bersenang-senang. Padahal, seiring perjalanan waktu, pengantin baru pun akan dilanda berbagai masalah keuangan dan mereka dituntut sigap menangani semua masalah keuangan dengan benar.
Untuk mengatasi hal tersebut, perencana keuangan merekomendasikan untuk membuka rekening bersama. Selain itu, pengantin baru dapat mengambil peran yang sama dalam memenuhi keuangan tersebut. Misalnya, jika Anda ingin menginvestasikan uang, Anda dapat berpartisipasi dalam keputusan yang sama tersebut.
Hanya satu pasangan yang bertanggung jawab atas keuangan keluargaPersepsi ini mungkin berlaku untuk mereka yang tinggal di rumah orangtua dan membiarkan pasangan mengelola semua keuangan. Meskipun mereka saling percaya, namun hal ini dapat berisiko di masa depan. Jika mereka bercerai di kemudian hari, masalah keuangan tentu sulit untuk diselesaikan. Karenanya, pastikan bahwa Anda mengetahui dengan benar dan bertanggung jawab soal keuangan keluarga sejak awal.
Tidak merencanakan investasi masa depanPengantin baru berpendapat bahwa seseorang tak harus memedulikan tentang keuangan pribadi, apalagi investasi masa depan dari kehidupan pernikahan mereka. Selain itu, kebiasaan belanja yang ceroboh dari pasangan mengakibatkan masalah keuangan yang dihadapi banyak pengantin baru. Jika dibiarkan, maka permasalahan tersebut pun akan menjadi masalah besar di masa depan.
Untuk menghindari situasi ini, perencana keuangan menyarankan bahwa seseorang perlu memeriksa keuangan dari masing-masing pasangan. Hal ini untuk membantu mereka mengetahui seberapa baik pasangan dalam mengelola keuangannya. Pemeriksaan ini termasuk kartu kredit, pinjaman, cicilan mobil, dan sebagainya. Anda berdua harus membicarakannya secara rinci mengenai hal tersebut.
Enggan memiliki rekening bersamaHidup bersama membuat pengantin baru enggan membuat rekening bersama. Padahal, melaporkan soal situasi keuangan masing-masing menjadi cara terbaik untuk dilakukan di awal. Jika Anda membuka rekening bersama, hal tersebut akan memengaruhi sisi positif keuangan Anda. Hal ini dikarenakan pengeluaran pasangan akan ditambahkan dalam rekening tersebut. Karenanya, sangat penting memiliki rekening bersama dan rekening terpisah atas nama Anda sendiri. Hal ini untuk mengantisipasi kematian atau perceraian yang terjadi. Dengan adanya rekening terpisah di luar rekening bersama, maka Anda dapat menghindari ketidakamanan keuangan di masa depan.
Tidak memersiapkan dana pensiunKita semua tentu berharap yang terbaik di masa depan. Orang-orang yang cerdas finansial selalu berusaha mengikuti tren. Tidak perlu dengan hal-hal yang berisiko tinggi. Namun, setidaknya pasangan dapat memiliki tabungan dan dana pensiun. Karenanya, mereka perlu cerdas finansial mengelola keuangan pribadi dan bersama dengan baik untuk mengamankan masa depan.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.