Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gordang Sambilan yang Juga Diklaim Malaysia

Mutya Hanifah , Jurnalis-Selasa, 19 Juni 2012 |03:48 WIB
Gordang Sambilan yang Juga Diklaim Malaysia
Gordang Sambilan, alat musik dari Sumatera Utara (Foto: banuamandailing.blogspot)
A
A
A

SELAIN Tari Tor-tor, budaya Sumatera Utara lainnya yang dikabarkan diklaim Malaysia adalah alat musik Gordang Sambilan. Alat musik ini, asli milik budaya Mandailing, Sumatera Utara.

Gordang Sambilan adalah warisan budaya bangsa Mandailing, Sumatera Utara. Musik Gordang Sambilan bahkan telah diakui oleh pakar etnomusikologi sebagai salah satu ensembel musik teristimewa di dunia.

Bagi orang Mandailing terutama di masa lalu, Gordang Sambilan merupakan musik adat sakral yang terpenting. Gordang Sambilan dipandang sakral karena dipercaya mempunyai kekuatan gaib, dapat memanggil roh nenek moyang untuk memberi pertolongan melalui semacam dukun yang dinamakan Sibaso, demikian seperti dikutip dari Mandailing, Selasa (19/6/2012).

Dulu, di setiap kerajaan yang terdapat di Mandailing harus ada satu ensambel Gordang Sambilam. Alat musik sakral ini di tempatkan di Sopo Godang (Balai Sidang Adat dan Pemerintahan Kerajaan) atau di satu bangunan khusus untuknya yang dinamakan Sopo Gordang yang terletak dekat Bagas Godang (kediaman raja). Gordang Sambilan hanya digunakan untuk upacara adat dan perayaan Hari Raya Idul Fitri. 

Gordang Sambilan terdiri dari sembilan buah gendang dengan ukuran yang relatif sangat besar dan panjang. Ukuran besar dan panjangnya kesembilan gendang tersebut bertingkat, mulai dari yang paling besar sampai pada yang paling kecil. Masing-masing gendang dalam ensambel Gordang Sambilan mempunyai nama sendiri. Namanya tidak sama di semua tempat di seluruh Madailing. Karena masyarakat Madailing yang hidup dengan tradisi adat yang demokratis punya kebebasan untuk berbeda. 

Penggunaan Gordang Sambilan dalam upacara adat disertai dengan peragaan benda-benda kebesaran adat, seperti bendera-bendera adat yang dinamakan Tonggol, payung kebesaran yang dinamakan Payung Raranagan.

Dengan ditempatkannya Gordang Sambilan sebagai instrumen musik kesenian tradisional Mandailing, maka Gordang Sambilan sudah digunakan untuk berbagai keperluan di luar konteks upacara adat Mandailing. Misalnya untuk menyambut kedatangan tamu-tamu agung, perayaan-perayaan nasional dan acara pembukaan berbagai upacara besar serta untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. (uky)

(Fitri Yulianti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement