Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada, Kenaikan BBM Picu Stres & Depresi Pasutri

K. Wahyu Utami , Jurnalis-Rabu, 14 Maret 2012 |12:25 WIB
Waspada, Kenaikan BBM Picu Stres & Depresi Pasutri
BBM naik picu stres dan depresi pasutri (Foto: Corbis)
A
A
A

ANCAMAN kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) tak hanya membuat pusing pasangan suami istri (pasutri), tapi juga mengancam kehadiran stres hingga depresi.

Salah satu strategi pemerintah menghindari kebangkrutan mungkin dengan cara menaikkan harga BBM. Namun, kebijakan yang berdampak pada nasib masyarakat umum tersebut sebenarnya dapat menimbulkan kesehatan memburuk.

Dengan tingginya kebutuhan hidup dan tidak dibarenginya dengan pemasukan yang naik membuat beban hidup meningkat. Bukan tidak mungkin ancaman stres atau depresi menjadi hal yang perlu diwaspadai.

Pasalnya, kenaikan BBM yang akan terjadi awal April ini tak ditampik memicu keresahan masyarakat. Tak jarang, sebagian dari mereka pun mulai terserang stres ringan hingga tinggi karena bingung mengantisipasi kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari akibat dampak kenaikan BBM.

Manajemen keuangan rumah tangga yang semula berjalan stabil pun mendadak bisa runyam karena kalkulasi yang dilakukan tak mencukupi kebutuhan rutin. Hasil tersebut tidak hanya akan membuat stres para wanita yang menjadi manajer keuangan di rumah, tapi juga para pria yang notabene sebagai pencari nafkah atau sumber penghasilan.

Psikolog A Kasandra Putranto mengatakan, bahwa pria dan wanita memiliki potensi yang sama untuk mengalami stres. Dituturkannya, bahwa tidak bisa dipastikan apakah wanita atau pria yang akan mengalami tingkat stres terhadap kenaikan BBM karena tiap orang mengalami tekanan yang tidak sama.

“Belum ada penelitian mengenai faktor stres mengenai masalah ini, apakah cenderung ke wanita atau pria. Tapi mungkin wanita akan terlihat lebih banyak,” jelas Kasandra ketika berbincang dengan okezone lewat telepon, Selasa (13/3/2012).

Guna meminimalisir tekanan stres dan depresi akibat kenaikan BBM, tiap orang pun diharapkan dapat menekan biaya pengeluaran seminim mungkin agar pengeluaran tidak membengkak.

“Dengan meningkatkan ekspansi sumber penghasilan baru, hal itu dapat menjadi pemasukan biaya yang dibutuhkan. Tiap orang harus dapat cerdik mengatasi ini semua,” tutupnya. (ind)

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement