Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cantiknya Busana Batik & Kain Tenun ala Lim Bersaudara

K. Wahyu Utami , Jurnalis-Jum'at, 17 Februari 2012 |20:18 WIB
Cantiknya Busana Batik & Kain Tenun ala Lim Bersaudara
Aksi model (Foto: Runi/Okezone)
A
A
A

KECANTIKAN kain Nusantara menarik hati dua bersaudara, Lina dan Lim H untuk merancangnya sebagai gaun indah. Seperti apa hasil karya mereka?
 
Mengaku masih baru di dunia mode, Lina dan Lim H tergelitik untuk menampilkan koleksi karya mereka yang sarat dengan sentuhan Indonesia. Hal itu diwujudkannya dengan pengambilan material batik dan tenun yang digunakan dalam pemakaian busana yang ditelurkan mereka berdua.
 
"Kami berdua memang masih baru di dalam dunia mode, tapi kami bangga ingin memberikan kontribusi kami dengan menggunakan kekayaan budaya Indonesia," ujar Lim H saat berbincang dengan okezone di Grand Ballroom Four Season Hotel, Jakarta, Jumat (17/2/2012).
 
Pergelaran yang mengangkat tema “Adhikarya Dewangga” ini dengan bangga dipersembahkan kedua kakak beradik ini sebagai jembatan untuk menunjukkan kebolehannya berkarya di panggung mode Indonesia. Karenanya, keduanya pun sepakat mengangkat karya khas Indonesia untuk mempromosikan kain yang begitu indah.
 
"’Adhikarya Dewangga’ berasal dari bahasa sansekerta yang artinya mahakarya dari kain yang indah," sambung Lim.
 
Untuk desain pertamanya tersebut, pasangan kakak beradik ini memersiapkan koleksinya dengan penuh perhatian dan menonjolkan batik sebagai bahan dasar rancangan. Ada sekitar 23 koleksi yang dipamerkan termasuk salah satunya karya masterpiece.
 
"Pada koleksi perdana ini kami fokus pada garapan batik dengan permainan kombinasi kain-kain tenun," tutupnya. (ind)

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement