Advertisement
Advertisement

Anggrek Liar Oka Diputra

Koran SI , Jurnalis-Rabu, 23 Juni 2010 |17:19 WIB
Anggrek Liar Oka Diputra
Koleksi Oka Diputra (Foto: Yulius/SI)
A
A
A

KEINDAHAN bunga tropis Indonesia menjadi inspirasi Oka Diputra untuk koleksi yang dipertunjukkannya di Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF)2010. Dia membawa keindahan anggrek liar dalam Sari di Cita.          
 
Bunga-bunga Nusantara, terutama anggrek liar yang tumbuh di belantara hutan Kalimantan dan Irian Jaya, diterjemahkan desainer asal Bali ini menjadi rangkaian koleksi kontemporer melalui lapis sutra, menjadikan rancangan Oka terlihat chic namun tetap feminin. Selain itu, koleksi Oka juga tampil unik karena hampir semua busananya tampil tanpa menggunakan resleting dan penggunaan kancing yang minimal.

”Sesuai tema dan judul, siluet busana pada koleksi ini meniru kelopak bunga anggrek dan bahan yang saya gunakan adalah sutra,” papar Oka. Lebih lanjut, Oka menjelaskan bahan sutra nan feminin itu diolahnya dengan busa agar menyerupai kelopak bunga anggrek yang bertekstur lembut, tapi berbentuk tegas. ”Modifikasi tekstil, saya fokuskan pada aplikasi kain yang dipilin acak dengan teknik Shibori dari Jepang,” imbuhnya.
 
Untuk warnanya, Oka menyelaraskan dengan warna-warna tropis yang penuh keceriaan, seperti ungu, merah, hijau limau, dan biru cerah. Kendati demikian, tiga warna favorit Oka, merah, hitam dan kelabu, tetap dihadirkan.

Tahun lalu Oka pernah mempertunjukkan koleksi serupa di Dubai, di mana Oka mendapat kehormatan untuk menggelar show tunggal dalam acara Creative Dubai Fashion Week 2009. Hal ini membuktikan bahwa desainer Indonesia tidak hanya jago kandang; karena terbukti, kemampuan desainer nasional telah banyak diakui di panggung internasional. Sejak lama, perancang Indonesia telah membuktikan bahwa talenta mereka tidak kalah dengan desainer- desainer luar negeri, kendati dari segi pemasaran masih tersendat. Namun untuk urusan karya, mereka boleh diadu.
 
Creative Dubai Fashion Week 2009 merupakan bagian dari Dubai Fashion Festival. Adapun show tunggal Oka berlokasi di salah satu shopping centre elite berkelas dunia, tepatnya di The Observatory, Burjuman.
 
”Saya sangat bangga bisa diundang untuk show tahun lalu karena seleksinya sangat ketat,” ujar Oka, yang menyebutkan hanya delapan desainer pemula yang terseleksi untuk mengikuti acara tersebut.

”Hanya delapan yang masuk. Saya mewakili Indonesia, lalu ada Lida O’Reilly dari Irlandia, Natalia Dolenko dari Rusia, dan Taheera Peran dari Iran,” sebut pria asal Bali ini.
 
Ini bukanlah merupakan pengalaman show luar negeri Oka yang pertama. Sebelumnya, desainer yang bernaung di bawah Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini telah kerap tampil di pekan mode Hong Kong, dan cukup sukses menarik perhatian buyer internasional.

Dubai Fashion Festival merupakan agenda mode tahunan Dubai yang diadakan setiap awal tahun. Acara ini merupakan rangkaian besar program Dubai Shopping Festival (DFS) yang bertujuan mempromosikan Dubai sebagai tujuan wisata belanja dunia.

Creative Dubai Fashion Week diciptakan empat tahun lalu, sebagai ajang pengenalan desainer pemula agar hasil karya mereka dapat lebih mendunia. Karya mereka akan digelar dalam bentuk fashion show tunggal, dengan jadwal yang ketat bersamaan dengan show label papan atas seperti Louis Vuitton, Hermes, dan Dior.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement