Advertisement
Advertisement

Ian Adrian Bakal Kenalkan Ulap Doyo di HFW

Tuty Ocktaviany , Jurnalis-Selasa, 22 Juni 2010 |14:36 WIB
Ian Adrian Bakal Kenalkan Ulap Doyo di HFW
Koleksi Ian Adrian yang memanfaatkan kain Ulap Doyo (Foto: Vibizlife)
A
A
A

SUKSES memamerkan kain Ulap Doyo di ajang Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2010, Ian Adrian tak mau berpuas diri. Ingin mencuri buyer luar negeri, desainer asal Surabaya ini pun siap mengikuti ajang Hong Kong Fashion Week dan membawa serta koleksi Ulap Doyo.
 
Ian berencana mengikuti ajang Hong Kong Fashion Week 2010 yang dihelat mulai tanggal 5-8 Juni mendatang. Ian tidak datang sendiri, tapi bersama dengan desainer anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Indonesia (APPMI) lainnya.

”Saya ke sana bersama teman-teman. Kalau enggak salah yang berangkat ke Hong Kong ada 18 orang,” tutur Ian Adrian kepada okezone, Selasa (22/6/2010).

Ian mengaku tak akan membuang kesempatan emas ini dengan pulang tanpa hasil. Untuk itulah, Ian berusaha keras memperkenalkan kain Ulap Doyo yang sudah disulapnya menjadi serangkaian busana cantik kepada para pembeli luar negeri.

”Hong Kong Fashion Week adalah ajang internasional yang selalu ramai dikunjungi buyer. Ini adalah kesempatan pertama kali buat saya bisa mencuri perhatian mereka,” ucap Ian, berapi-api.

Selain koleksi Ulap Doyo JFFF 2010, Ian juga membawa sederet busana rancangan pribadi yang tidak kalah menarik. Dan mengenai kain Ulap Doyo sendiri, Ian mengaku bekerja sama dengan Kepala Dinas Kutai Kartanegara.

”Saya senang mendapat dukungan penuh dari Ketua Kadin Kutai Kartanegara Endri Erawan. Beliau antuasias sekali mengajak bersama-sama memperkenalkan kain Ulap Doyo lebih dikenal secara luas. Tidak hanya di Kutai dan lingkungan sekitar, tapi ke dunia internasional,” tambah Ian yang ternyata mempunyai misi mulia mengusung kain Ulap Doyo agar tak diklaim negara tetangga, Malaysia.

Menawarkan judul koleksi ”Tales from Kutai”, Ian mengolah kain Ulap Doyo yang mayoritas memiliki warna terang menjadi beragam model busana wanita nan cantik. Model busana pilihan Ian, seperti busana koktail yang sarat dengan detail.

”Saya banyak menonjolkan motif dan warna yang menjadi kekuatan dari kain Ulap Doyo. Tapi, saya kemas dalam tampilan yang modern dan lebih ringan lewat berbagai variasi rok, celana, gaun, dan jaket,” papar Ian.

Untuk menyeimbangi teksturnya yang berat dan kuat, Ian pun mengombinasikan kain Ulap Doyo yang dibuat wanita-wanita suku Dayak Benuaq di Tanjung Isuy ini dengan berbagai kain, seperti satin, sutra dan sifon.

"Kain Ulap Doyo cukup berat, jadi saya kombinasikan dengan kain yang sifatnya halus dan ringan agar berkesan ringan," tambah Ian yang tiga kali meraih penghargaan dari MURI.

Agar koleksinya semakin lengkap, Ian pun tak melewatkan peluang membuat beragam aksesori dari kain Ulap Doyo, seperti sepatu dan tas.

”Saya berharap kain Ulap Doyo bisa terkenal seperti batik dan songket,” tukas desainer yang mengawali karier sejak 1996 ini.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement