Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Dekade Louis Vuitton

SINDO , Jurnalis-Kamis, 17 Juli 2008 |13:42 WIB
Dua Dekade Louis Vuitton
Foto: Corbis
A
A
A

RUMAH mode Louis Vuitton merayakan hari jadinya yang kedua puluh di Jakarta. Perayaan itu sekaligus menandai pembukaan gerai terbaru Louis Vuitton di Pacific Place.

"Ketika gerai Louis Vuitton pertama dibuka di Jakarta pada tahun 1988, Louis Vuitton menjadi pionir luxury retail di Indonesia," sebut Presiden Louis Vuitton Asia Pasific Jean Baptiste Debains. Karenanya, pembukaan gerai Louis Vuitton Pacific Place sekaligus menjadi perayaan penting yang merupakan simbol dedikasinya pada konsumen di Indonesia.

Wajar bila pembukaan gerai terbaru brandeksklusif ini berlangsung semarak. Acara pengguntingan pita pun menjadi simbolisasi seremonial dan dihadiri jajaran direksi Louis Vuitton, Pacific Place, dan selebriti papan atas Indonesia, yakni Dian Sastro dan Nicholas Saputra.

Setelah seremonial berlangsung, 250 tamu undangan yang meliputi sosialita, selebriti, pelaku mode, juga pihak media dipersilakan menikmati tata interior gerai sembari menikmati canape dan sampanye yang tak hentihentinya diedarkan. Bukan hanya itu, mata mereka pun dimanjakan dengan parade koleksi aksesori dan leather good terbaru Louis Vuitton.

Gerai Louis Vuitton ketiga di Jakarta ini merupakan yang terbesar dengan luas total 405 meter persegi. Desain interiornya pun dikerjakan secara istimewa oleh tim Louis Vuitton Malletier. Ambiance-nya sengaja dihadirkan tenang untuk mendukung nuansa belanja yang nyaman dan mewah. Fasadnya pun didesain dengan struktur berbeda, berupa komposisi dinamis antara visualisasi brand dan display.

Namun, yang menjadi fokus perhatian dalam gerai tersebut adalah "Bags Bar" sepanjang 8,5 meter di tengah ruangan. Debains mengatakan, hal itu merupakan konsep baru yang dikembangkan Louis Vuitton. "Konsep ini pertama kali diaplikasikan di Louis Vuitton Roppongi sebagai respons kehidupan dinamis Kota Tokyo," ujarnya.

Lebih lanjut, Debains mengatakan, konsep serupa dibawa ke Jakarta menyesuaikan dengan kekayaan dan keragaman masyarakat Indonesia. "Saya rasa konsep ini sesuai karakter masyarakat Indonesia yang beragam," ucapnya. Dengan konsep ini, konsumen dapat melihat lebih dekat seluruh koleksi yang ditawarkan Louis Vuitton, layaknya bar yang menawarkan berbagai jenis minuman.

Kenyamanan juga menjadi fokus utama gerai yang terletak di lantai dasar Pacific Place ini. Didukung langit-langit yang tinggi dan ruangan luas, konsumen tidak akan merasa terkungkung. Apalagi tim dekorator Louis Vuitton mendandani gerainya dengan warna-warna terakota, yang memberi nuansa menenangkan sekaligus ambience nan elegan, tanpa kehilangan citra modern.

Menambah kemeriahan perayaan dua puluh tahun kehadirannya di Indonesia, Louis Vuitton juga menggelar trunk show exhibition bertema "Louis Vuitton-The Art of the Automobile". Pameran koper dan peti vintage tersebut dihelat di atrium Pacific Place pada 4-27 Juli 2008.

Sebanyak 19 trunk antik yang langsung diterbangkan dari Paris dipamerkan pada publik. Istimewanya, koleksi tersebut merupakan desain pada awal abad ke-18. Beberapa di antaranya yang menarik perhatian adalah black Vuittonite trunk dari tahun 1907, trunk kanvas monogram dari tahun 1919, dan Vuitonitte picnic trunk dari tahun 1910.

"Semua ini merupakan koleksi dari Museum Louis Vuitton di Asnieres, Paris," kata Debains.

Dia menyebutkan, pameran tersebut menjadi cerminan hubungan erat yang terjalin antara brand dan industri automobile. Warisan yang membawa kembali sejarah masa lalu, saat pertama kali ditemukannya kendaraan bermotor, sekaligus menjadi tonggak dimulainya budaya travelling. "Desain Louis Vuitton mengikuti sejarah para traveller dan terus berevolusi, melewati era demi era hingga saat ini," lanjutnya.

Di Indonesia, Louis Vuitton hadir pertama kali tahun 1988 dengan toko pertama yang berlokasi di Ratu Plaza, Jakarta. Setelah itu, Louis Vuitton terus berkembang, menyelaraskan diri dengan perkembangan masyarakat Indonesia yang semakin dinamis, tanpa kehilangan sentuhan elegan serta mewah, yang menjadi ciri khasnya.

Saat ini Louis Vuitton telah memiliki empat gerai, yang masing-masing berlokasi di Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place, Jakarta, dan Sheraton Hotel & Towers Lobby Surabaya.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement