Setelah keramas, penggunaan kondisioner dapat membantu membuat rambut lebih lembut, halus, dan mudah diatur. Kondisioner bekerja dengan membantu melapisi batang rambut sehingga mengurangi gesekan dan risiko rambut patah akibat kusut.
Cara menggunakannya juga cukup mudah. Aplikasikan kondisioner setelah membilas sampo, ratakan pada bagian tengah hingga ujung rambut, hindari mengoleskannya terlalu banyak pada kulit kepala jika rambut mudah berminyak, diamkan sesuai petunjuk pada kemasan, terakhir bilas hingga bersih jika menggunakan kondisioner bilas.
Pemilihan kondisioner sebaiknya disesuaikan dengan kondisi rambut. Dengan begitu, hasilnya lebih optimal.
Kebiasaan keramas dan menyisir rambut yang kurang tepat dapat menyebabkan rambut mudah patah. Saat rambut basah, kondisinya cenderung lebih rentan terhadap kerusakan mekanis. Karena itu, perlakukan rambut dengan lembut setelah keramas.
Beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan antara lain, gunakan air dengan suhu nyaman, bukan terlalu panas, hindari menggosok rambut terlalu keras menggunakan handuk, gunakan handuk lembut untuk menyerap kelebihan air, pakai sisir bergigi jarang untuk membantu mengurai rambut kusut, dan jangan menarik atau menyisir rambut secara kasar.
Frekuensi keramas dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit kepala. Tidak semua orang harus keramas setiap hari, tetapi kulit kepala yang sangat berminyak mungkin membutuhkan frekuensi lebih sering.
Perawatan rambut tidak harus selalu dilakukan di salon. Beberapa kebiasaan sederhana di rumah juga dapat membantu menjaga rambut tetap sehat.
Kamu bisa gunakan pengering rambut dengan suhu rendah atau sedang. Lalu, biarkan rambut kering secara alami jika memungkinkan. Batasi juga penggunaan alat styling bersuhu tinggi.
Kemudian, hindari mengikat rambut terlalu kencang. Ubah posisi jepit atau ikat rambut agar tekanan tidak selalu berada di area yang sama. Terakhir, potong ujung rambut secara berkala jika terdapat rambut bercabang.
Memijat kulit kepala dengan lembut juga dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan. Namun, pijatan belum terbukti secara meyakinkan dapat mengatasi semua jenis kerontokan rambut. Perawatan yang konsisten dan tidak berlebihan lebih penting dibandingkan mencoba terlalu banyak produk sekaligus.
Selain melakukan perawatan, penting juga untuk menghindari berbagai kebiasaan yang berpotensi memperburuk kondisi rambut. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan meliputi:
Penggunaan produk berbahan keras
Penggunaan sampo, pewarna, dan produk penataan rambut yang tidak sesuai dapat menyebabkan rambut kering dan mudah patah.
Penggunaan alat panas berlebihan
Hair dryer bersuhu tinggi, catokan, dan pengeriting rambut dapat merusak batang rambut jika digunakan terlalu sering tanpa perlindungan panas.
Diet ekstrem
Pola makan yang terlalu ketat dan rendah kalori dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan rambut.
Stres berlebihan
Stres fisik maupun emosional dapat memicu kerontokan rambut pada sebagian orang.
(Djanti Virantika)