Saat cuaca panas, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat. Keringat tersebut bercampur dengan sebum atau minyak alami kulit serta bakteri yang dapat menghasilkan bau badan.
Profesor anatomi, Adam Taylor, menjelaskan air dingin kurang efektif untuk membantu mengangkat dan melarutkan sebum serta kotoran pada kulit. Akibatnya, bau badan bisa tetap bertahan meskipun sudah mandi.
Air yang terlalu dingin juga dapat membuat kulit mengencang dan berpotensi membuat minyak serta kotoran lebih sulit dibersihkan dari pori-pori.
Taylor menyarankan mandi menggunakan air dengan suhu sekitar 26–27 derajat Celsius. Suhu air ini membantu membawa darah ke permukaan kulit tanpa memicu respons penyempitan pembuluh darah akibat paparan dingin.
Jika ingin menggunakan air yang lebih dingin, turunkan suhunya secara bertahap agar tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan diri. Hindari langsung menyiram seluruh tubuh dengan air yang sangat dingin setelah berada di bawah terik matahari.
Ayo langsung coba cara ini biar kamu bisa beraktivitas dengan nyaman, Okezoners!
(Djanti Virantika)