SAAT si kecil sedang radang tenggorokan, orangtua biasanya lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman. Salah satu yang kerap dihindari adalah es krim karena dianggap bisa memperparah radang.
Padahal faktanya, makanan dan minuman dingin membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan untuk sementara waktu. Jadi, makan es krim bikin radang tenggorokan makin parah mitos atau fakta ya sebenarnya?
Menurut dr. Ardi Santoso dalam unggahannya di Instagran, suhu dingin dari es krim memberikan sensasi nyaman pada tenggorokan. Dengan begitu, sebagian anak mungkin lebih mudah menelan makanan dan minuman.
dr. Ardi menambahkan, tidak ada bukti bahwa mengonsumsi es krim membuat infeksi tenggorokan menjadi lebih parah. Hal ini dikarenakan radang tenggorokan pada anak sering kali disebabkan oleh bakteri seperti Group A Streptococcus.
Namun, orangtua perlu memperhatikan respons anak setelah makan es krim. Jika anak merasa nyaman, es krim dapat diberikan secukupnya. Sebaliknya, jika anak merasa tidak nyaman atau batuknya terpicu, pilih makanan lain yang lebih sesuai.
Orangtua juga perlu memperhatikan kandungan gula dalam es krim. Anak di bawah dua tahun dianjurkan menghindari makanan dan minuman dengan tambahan gula.
Sementara itu, untuk anak berusia dua tahun ke atas, konsumsi gula tambahan pada makanan dan minuman harus dibatasi kurang dari 25 gram per hari. Pastikan anak tetap mendapatkan cairan dan nutrisi yang cukup selama sakit. Pilih makanan yang mudah ditelan dan disukai anak agar ia tetap mau makan dan minum.
Jadi, anak yang mengalami demam dan radang tenggorokan tidak selalu harus dilarang makan es krim. Selama diberikan dalam porsi wajar dan anak merasa nyaman, makanan dingin dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu meredakan nyeri sementara.
Namun, perlu diingat bahwa es krim tetap bukan obat dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan ketika dibutuhkan.
(Djanti Virantika)