JAKARTA - Calathea menjadi salah satu tanaman hias yang menarik untuk mempercantik interior rumah. Tanaman tropis ini memiliki daun dengan corak unik, mulai dari garis-garis hingga perpaduan warna hijau, putih, dan merah muda. Selain tampilannya yang cantik, daun calathea juga memiliki gerakan khas yang membuatnya semakin menarik.
Mengutip Southern Living, daun calathea dapat bergerak mengikuti ritme harian. Pada siang hari, daunnya cenderung terbuka melebar, sedangkan pada malam hari daunnya terangkat ke atas. Gerakan ini membuat calathea kerap dijuluki prayer plant atau tanaman doa.
Meski berasal dari lingkungan tropis, calathea bisa tumbuh sebagai tanaman hias di dalam ruangan. Kuncinya adalah memperhatikan kebutuhan cahaya, air, kelembapan, dan media tanam agar tanaman tetap sehat.
Calathea menyukai tempat dengan pencahayaan terang, tetapi tidak terkena sinar matahari secara langsung. Kamu bisa meletakkannya di dekat jendela yang mendapat cahaya matahari tersaring.
Kamu bisa menggunakan campuran media tanam yang mengandung bahan organik, seperti lumut gambut, untuk membantu menjaga kondisi tanah dan mengalirkan kelebihan air.
Hindari media tanam yang terlalu padat atau menahan air terlalu lama. Kondisi tersebut dapat membuat akar membusuk dan mengganggu kesehatan tanaman.
Calathea membutuhkan penyiraman yang seimbang. Tanah sebaiknya tetap lembap, tetapi jangan sampai tergenang air.
Menurut Southern Living, tanaman ini umumnya bisa disiram setiap satu hingga dua minggu. Namun, jadwal tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kelembapan media tanam.
Sebagai tanaman tropis, calathea menyukai lingkungan yang hangat dan lembap. Suhu idealnya berkisar antara 21–29 derajat Celsius. Usahakan suhu tidak turun di bawah sekitar 16 derajat Celsius.
Calathea dapat memperoleh manfaat dari pupuk cair dengan kandungan unsur hara seimbang, seperti formula NPK 10-10-10.
Pupuk bisa diberikan pada musim panas, ketika pertumbuhan tanaman sedang aktif. Sementara itu, pemupukan sebaiknya dihentikan pada musim hujan saat pertumbuhannya melambat.
Jika merawat calathea di Indonesia, sesuaikan pemupukan dengan kondisi pertumbuhannya, bukan hanya pergantian musim. Hindari pemberian pupuk secara berlebihan karena dapat mengganggu kesehatan akar.
Perawatan calathea tak membutuhkan pemangkasan yang rumit. Kamu hanya perlu membuang daun yang sudah mati, kering, atau rusak agar penampilan tanaman tetap rapi.
Perubahan pada daun bisa menjadi petunjuk bahwa kondisi calathea kurang ideal. Beberapa masalah yang perlu diperhatikan, antara lain daun menggulung, daun menguning, dan daun berbintik atau rusak.
Calathea juga rentan mengalami pembusukan akar dan bercak daun akibat bakteri. Untuk mengurangi risikonya, gunakan air bersih, pastikan media tanam memiliki drainase yang baik, dan periksa kondisi daun secara berkala.
Jika ingin memiliki lebih banyak tanaman calathea, kamu bisa memperbanyaknya melalui pembagian rumpun akar. Cara ini sebaiknya dilakukan pada tanaman yang sudah berusia setidaknya dua tahun. Waktu yang tepat adalah ketika tanaman sedang aktif tumbuh.
Calathea bisa menjadi pilihan tanaman hias untuk mempercantik rumah berkat corak daunnya yang beragam dan gerakannya yang unik. Perawatannya pun cukup mudah jika kebutuhan cahaya, air, suhu, dan kelembapannya terpenuhi.
Hal terpenting adalah menjaga media tanam tetap lembap tanpa membuat akar terendam air. Dengan perawatan yang konsisten, calathea bisa tumbuh sehat dan menjadi dekorasi alami yang menarik di dalam rumah.
(Agustina Wulandari )