Viral Netizen Bagikan Pengalaman Downgrade Lifestyle: Lebih Penting Fungsi daripada Gengsi

Agustina Wulandari , Jurnalis
Selasa 06 Oktober 2026 20:05 WIB
Ilustrasi downgrade lifestyle. (Foto: dok Magnific)
Share :

JAKARTA - Viral di media sosial fenomena downgrade lifestyle yang jadi gaya hidup di kalangan milenial maupun Gen Z. Hal ini dianggap lebih ampuh untuk mendukung ketenangan dan kenyamanan finansial.

Mereka mulai menurunkan standar konsumsi mereka, seperti dari mobil mahal ke mobil yang lebih sederhana, setidaknya masih memiliki fungsi yang sama. Konsep ini juga dikenal dengan downshifting.  

Downshifting bukan sekadar menurunkan standar atau tak mampu mempertahankan gaya hidup. Ini lebih mengambil keputusan secara sadar untuk mengurangi konsumsi, pendapatan, jam kerja, atau tanggung jawab tertentu demi mendapatkan kehidupan yang dianggap lebih seimbang.

Apa Itu Downgrade Lifestyle?

Downgrade lifestyle adalah pilihan menjalani hidup lebih sederhana meskipun sebenarnya masih bisa membeli atau menggunakan sesuatu yang lebih mahal.

Misalnya, seseorang sebelumnya punya mobil SUV dan kemudian memilih mobil yang lebih murah karena kebutuhan sehari-harinya sebenarnya sudah terpenuhi. Atau, seseorang yang dulu hampir setiap hari makan di restoran mulai lebih sering memasak di rumah. Jadi, bukan sekadar “tidak punya uang”, tetapi mengubah prioritas.

Konsep ini berhubungan dengan downshifting, yang menurut Investopedia merupakan pertukaran antara uang atau tingkat kekayaan dengan kualitas hidup dan kesejahteraan. Artinya, seseorang mungkin rela mendapatkan lebih sedikit uang atau memiliki lebih sedikit barang jika sebagai gantinya ia mendapatkan lebih banyak waktu, ketenangan, atau kebebasan.

Ada Hubungan dengan Kebahagiaan

Penelitian yang dibahas oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa mengejar uang dan kepemilikan materi secara terus-menerus tidak selalu memenuhi kebutuhan psikologis seseorang. Mengejar lebih banyak barang bahkan bisa mengambil waktu yang sebenarnya dapat digunakan untuk hubungan sosial, pertumbuhan pribadi, dan aktivitas yang lebih bermakna.

Karena itu, hidup lebih sederhana bukan berarti hidup lebih buruk. Bagi sebagian orang, justru mengurangi konsumsi bisa memberikan ruang untuk hal-hal yang dianggap lebih penting.

Netizen Bagikan Pengalaman Downgrade Lifestyle

Ramai di media sosial Threads, para netizen bermunculan membagikan pengalamannya dalam men-downgrade gaya hidupnya. Mulai dari mengurangi konsumsi kopi mahal setiap harinya, lebih memilih aksesori yang murah ketimbang branded, bahkan mengganti kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.

Salah satunya akun @anony*** menceritakan bahwa ia sudah menurunkan konsumsinya, mulai dari pilihan bensin, skincare-nya dan kebutuhan bayi.

Pengalaman netizen yang downgrade lifestyle.

Sementara itu, akun @hann*** juga membagikan kisahnya yang sudah menurunkan gaya hidupnya dari jajan all you can eat (AYCE) 2 sampai 3 kali dalam sebulan, pesan makanan online, bensin pertamax, hingga belanja di supermarket.

Namun, tahun ini ia lebih memilih budget jajan dibatasi, masak setiap hari, tanpa jajan AYCE, bensin pertalite, dan belanja di pasar tradisional.

Lain cerita dengan @helen*** yang mengungkapkan bahwa dirinya tak lagi membeli tas branded. Ia juga menurunkan gaya hidupnya dengan membeli parfum untuk harian yang seharga Rp50 ribu dan yang sebelumnya pakai parfum Rp500 ribuan. “Lebih pentingin fungsi drpd gengsi,” tulisnya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya