JAKARTA - Viral di media sosial fenomena downgrade lifestyle yang jadi gaya hidup di kalangan milenial maupun Gen Z. Hal ini dianggap lebih ampuh untuk mendukung ketenangan dan kenyamanan finansial.
Mereka mulai menurunkan standar konsumsi mereka, seperti dari mobil mahal ke mobil yang lebih sederhana, setidaknya masih memiliki fungsi yang sama. Konsep ini juga dikenal dengan downshifting.
Downshifting bukan sekadar menurunkan standar atau tak mampu mempertahankan gaya hidup. Ini lebih mengambil keputusan secara sadar untuk mengurangi konsumsi, pendapatan, jam kerja, atau tanggung jawab tertentu demi mendapatkan kehidupan yang dianggap lebih seimbang.
Downgrade lifestyle adalah pilihan menjalani hidup lebih sederhana meskipun sebenarnya masih bisa membeli atau menggunakan sesuatu yang lebih mahal.
Misalnya, seseorang sebelumnya punya mobil SUV dan kemudian memilih mobil yang lebih murah karena kebutuhan sehari-harinya sebenarnya sudah terpenuhi. Atau, seseorang yang dulu hampir setiap hari makan di restoran mulai lebih sering memasak di rumah. Jadi, bukan sekadar “tidak punya uang”, tetapi mengubah prioritas.