JAKARTA - Sukulen adalah tanaman yang unik dan dikenal mudah dirawat, karena mampu menyimpan air di daun dan batangnya. Namun, bukan berarti tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di semua jenis tanah.
Salah memilih media tanam justru bisa membuat sukulen sulit tumbuh, bahkan berisiko mati. Pasalnya, tanaman ini membutuhkan media yang memiliki drainase baik agar air tak terlalu lama menggenang di sekitar akar.
Sukulen pada dasarnya tumbuh di lingkungan yang cenderung kering. Karena itu, media tanamnya sebaiknya memiliki karakter berpasir, berpori, tidak terlalu kaya nutrisi, serta memungkinkan air mengalir dengan cepat.
Tanah untuk tanaman hias dirancang untuk mempertahankan kelembapan. Sementara itu, sukulen tak membutuhkan media yang terus-menerus basah.
Media tanam sukulen sebaiknya punya kandungan bahan organik yang lebih rendah dibandingkan campuran tanah untuk tanaman hias biasa. Teksturnya juga perlu lebih berpasir, berbutir, ringan, dan memiliki banyak ruang untuk sirkulasi udara. Drainase yang baik penting karena terlalu banyak air dapat membuat akar sukulen bermasalah.
Melansir The Spruce, ada beberapa bahan yang bisa digunakan untuk membuat media tanam sukulen, yaitu pasir kasar, potting mix, serta perlit atau batu apung (pumice).
Sebagai campuran awal, perbandingan dua bagian pasir, dua bagian potting mix, dan satu bagian perlit atau batu apung. Komposisi ini masih bisa disesuaikan dengan jenis sukulen dan kondisi tanaman.
Jika sukulen ditanam di pot berbahan keramik atau plastik yang tidak berpori, jumlah bahan bertekstur kasar seperti pasir atau batu apung dapat ditambah untuk membantu sirkulasi udara dan drainase.
Sebaliknya, jika menggunakan pot terakota yang berpori, campuran media tanam tak perlu terlalu banyak mengandung bahan kasar.
Pasir menjadi salah satu bahan penting dalam campuran media tanam sukulen. Fungsinya membantu meningkatkan drainase dan sirkulasi udara sekaligus memberikan tekstur berbutir yang sesuai untuk tanaman ini.
Namun, jangan menggunakan pasir halus seperti pasir untuk bermain. Jenis pasir tersebut cenderung memadat ketika basah, sehingga justru dapat menghambat aliran air. Pilih pasir serbaguna dengan tekstur sedang hingga kasar, seperti pasir hortikultura, pasir taman, atau sharp sand.
Meski sukulen membutuhkan media yang tidak terlalu banyak menahan air, potting mix tetap diperlukan. Bahan ini memberikan unsur organik dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
Pilih potting mix yang memiliki drainase baik. Hindari tanah kebun berwarna hitam yang berat atau media yang dirancang khusus untuk mempertahankan banyak air.
The Spruce juga menyarankan menghindari campuran yang mengandung vermikulit untuk media sukulen karena bahan tersebut membantu mempertahankan kelembapan.
Perlit dan batu apung merupakan bahan berpori yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi udara sekaligus drainase dalam media tanam.
Keduanya dapat digunakan sebagai campuran media sukulen. Batu apung memiliki bobot yang sedikit lebih berat sehingga tidak mudah mengapung ketika tanaman disiram. Sementara itu, perlit biasanya lebih mudah ditemukan di toko tanaman atau pusat perlengkapan berkebun.
Salah satu masalah yang bisa terjadi pada media tanam sukulen adalah tanah yang terlalu padat. Kondisi ini bisa membuat air sulit terserap dengan baik atau justru mengalir terlalu cepat melewati media.
Tanah yang padat bisa terjadi ketika media mengandung terlalu banyak bahan organik atau tanaman sudah lama tidak disiram.
Jika kondisi ini terjadi, sukulen bisa dipindahkan ke media tanam baru. Tambahkan pasir atau perlit maupun batu apung agar campurannya lebih berpori dan tidak mudah memadat.
Jadi, kunci memilih media tanam sukulen adalah memastikan air tak tertahan terlalu lama. Dengan campuran yang berpori, ringan, dan memiliki drainase baik, akar sukulen memiliki lingkungan yang lebih sesuai untuk tumbuh.
(Agustina Wulandari )