AIR es kerap kali disalah pahami oleh masyarakat sebagai salah satu penyebab dari obesitas atau kegemukan pada seseorang. Bahkan, hingga saat ini belum diketahui apa penyebab air es dipersepsikan seperti itu.
Fakta dari anggapan itu pun dibongkar Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin. Secara ilmiah, air es bukanlah penyebab dari kegemukan atau obesitas.
Menkes Budi dalam unggahan video di akun Instagramnya menegaskan bahwa air es atau air putih dingin sama sekali tidak menyebabkan kegemukan. Ia menjelaskan secara medis dan gizi, air putih murni baik disajikan dalam suhu hangat, ruang, maupun dingin tidak memiliki kandungan kalori. Oleh karena itu, konsumsi air es secara alami tidak memicu penumpukan lemak atau menambah massa tubuh.
"Jangan minum es, nanti gendut! Sering denger enggak? Kayaknya yang bikin mitos itu, dulu sekolah cuma berhenti di gerbang doang deh," kata Budi.
"Es ini kan air murni, kalian minum satu galon aja enggak bakal bikin gemuk karena 0 kalori. Adanya juga bikin kembung," jelas dia.
Namun, Budi mengingatkan masyarakat untuk membedakan antara air putih dingin murni dan aneka sajian es olahan yang sarat akan gula tambahan serta bahan pemanis lainnya. Kalori tinggi dari kandungan gula dalam minuman olahan itulah yang sebenarnya menjadi faktor utama penyebab kenaikan berat badan hingga risiko penyakit metabolik.
"Nah, kecuali es yang lain kopi susu, es sirup, es teler, es cendol, dan segala macam es-es yang manis. Itu yang bisa bikin gemuk dan punya risiko diabetes," ungkap Budi.
Terakhir, Menkes Budi mengajak masyarakat untuk tidak ragu memilih air putih dingin sebagai hidangan penyegar harian yang aman bagi tubuh sekaligus ramah di kantong.
"Jadi saya tanya lagi nih: minuman yang paling enak, murah, sehat, apa? Air es. Ah!" pungkas dia.
(Djanti Virantika)