JAKARTA – Gelaran Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 menjadi momentum bagi Jakarta untuk memperkuat perannya sebagai penghubung antara industri pariwisata Indonesia dan pasar internasional. Ratusan pelaku usaha pariwisata dari berbagai daerah serta buyer dari mancanegara akan dipertemukan dalam ajang tersebut.
WITF 2026 akan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Grand Ballroom Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, pameran business-to-business (B2B) tersebut digelar melalui kolaborasi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Kementerian Pariwisata, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Momentum WITF 2026 semakin istimewa karena bertepatan dengan persiapan Jakarta menyongsong usia lima abad pada 2027 mendatang. Jakarta tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan, tetapi juga diposisikan sebagai penghubung potensi pariwisata Nusantara dengan pasar global.
Ketua Steering Committee WITF 2026, Budi Tirtawisata, menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran penting dalam memperkuat koneksi antara pelaku industri pariwisata dan pasar internasional.
"Bagi kami, Jakarta bukan hanya tempat penyelenggaraan. Jakarta adalah bagian penting dari cerita WITF 2026, khususnya menuju 5 abad Jakarta di tahun 2027 yang akan datang. Jakarta merupakan tempat di mana berbagai aktivitas ekonomi, bisnis, budaya, dan pariwisata bertemu," ujar Budi dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Rabu (23/9/2026).
Menurut Budi, kehadiran ratusan pelaku industri di Jakarta akan membuka lebih banyak peluang pertemuan bisnis. WITF 2026 ditargetkan menghadirkan lebih dari 300 buyers internasional dari 35 negara.
“Buyers internasional datang ke Jakarta. Pelaku industri dari berbagai daerah datang ke Jakarta. Destinasi dari seluruh Indonesia hadir di Jakarta. Dan melalui pertemuan tersebut, kita ingin menciptakan koneksi. Kita ingin menciptakan koneksi yang dapat membawa wisatawan dari berbagai negara menuju berbagai destinasi di Indonesia. Inilah yang kami maksudkan dengan Jakarta sebagai The Great Hub,” ucap dia.
WITF 2026 dirancang sebagai B2B tourism marketplace yang mempertemukan berbagai sektor dalam ekosistem pariwisata Nusantara.
Peserta pameran berasal dari beragam bidang, mulai dari tour operator, travel agent, perhotelan, maskapai penerbangan, transportasi darat dan kereta api, hingga desa wisata, liveaboard, theme park, kuliner, dan wellness.
Keberagaman peserta tersebut menunjukkan luasnya produk pariwisata Indonesia yang dapat ditawarkan kepada wisatawan mancanegara maupun domestik.
Dari sisi permintaan, WITF 2026 menargetkan kehadiran lebih dari 300 buyers, termasuk lebih dari 100 international buyers dari 35 negara. Selain itu, terdapat domestic corporate buyers yang mencari berbagai kebutuhan perjalanan bisnis hingga program Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Budi menekankan bahwa keberhasilan WITF tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang hadir selama tiga hari penyelenggaraan. Menurutnya, keberlanjutan hubungan bisnis yang terbentuk setelah pameran juga menjadi bagian penting dari tujuan kegiatan tersebut.
“Tujuannya bukan sekadar mempertemukan seller dan buyer di dalam suatu ruangan, tetapi menciptakan peluang untuk melakukan business matching, menyusun program perjalanan, membangun kemitraan, dan membuka peluang bisnis baru. Kami ingin agar hubungan yang dibangun di WITF dapat berlanjut menjadi program perjalanan, kerja sama, kontrak, dan pada akhirnya menghasilkan lebih banyak kunjungan wisatawan ke berbagai daerah di Indonesia," tutur Budi.
Penyelenggaraan WITF 2026 juga berlangsung di tengah dinamika dan ketidakpastian geopolitik global sepanjang 2026. Perubahan pola perjalanan, isu keamanan, hingga kondisi ekonomi global menjadi tantangan yang perlu direspons pelaku industri dengan membangun komunikasi dan kepercayaan di pasar internasional.
Melalui WITF, Indonesia berupaya memperkuat koneksi antara pelaku industri dalam negeri dengan pasar global. Ajang tersebut juga diproyeksikan menjadi platform tahunan yang konsisten untuk mempertemukan pelaku usaha pariwisata dengan calon mitra dan pembeli dari berbagai negara.
“Pada akhirnya WITF bukan hanya sekadar sebuah pameran. WITF adalah mengenai koneksi. Koneksi antara Jakarta dan dunia, koneksi antara destinasi dan pasar, koneksi antara industri dan buyer. Mari kita jadikan Jakarta sebagai tempat di mana dunia bertemu Indonesia," pungkas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)