“Buyers internasional datang ke Jakarta. Pelaku industri dari berbagai daerah datang ke Jakarta. Destinasi dari seluruh Indonesia hadir di Jakarta. Dan melalui pertemuan tersebut, kita ingin menciptakan koneksi. Kita ingin menciptakan koneksi yang dapat membawa wisatawan dari berbagai negara menuju berbagai destinasi di Indonesia. Inilah yang kami maksudkan dengan Jakarta sebagai The Great Hub,” ucap dia.
WITF 2026 dirancang sebagai B2B tourism marketplace yang mempertemukan berbagai sektor dalam ekosistem pariwisata Nusantara.
Peserta pameran berasal dari beragam bidang, mulai dari tour operator, travel agent, perhotelan, maskapai penerbangan, transportasi darat dan kereta api, hingga desa wisata, liveaboard, theme park, kuliner, dan wellness.
Keberagaman peserta tersebut menunjukkan luasnya produk pariwisata Indonesia yang dapat ditawarkan kepada wisatawan mancanegara maupun domestik.
Dari sisi permintaan, WITF 2026 menargetkan kehadiran lebih dari 300 buyers, termasuk lebih dari 100 international buyers dari 35 negara. Selain itu, terdapat domestic corporate buyers yang mencari berbagai kebutuhan perjalanan bisnis hingga program Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Budi menekankan bahwa keberhasilan WITF tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang hadir selama tiga hari penyelenggaraan. Menurutnya, keberlanjutan hubungan bisnis yang terbentuk setelah pameran juga menjadi bagian penting dari tujuan kegiatan tersebut.