JAKARTA - Mengatur jarak kelahiran bukan hanya berkaitan dengan perencanaan jumlah anak. Jarak antar kehamilan juga disebut berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu dan anak, termasuk risiko stunting.
Dalam paparan terkait program KB dan bonus demografi, Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Wahidin menyampaikan sejumlah kajian menunjukkan kecenderungan risiko stunting semakin rendah ketika jarak kelahiran antaranak semakin panjang.
Salah satu kajian yang dipaparkan membandingkan risiko stunting berdasarkan interval kelahiran. Hasilnya menunjukkan kecenderungan bahwa semakin jauh jarak antara kelahiran anak pertama dan berikutnya, semakin kecil peluang terjadinya stunting.
“Kalau semakin jarak antara kakak adiknya semakin lama, peluang terjadi stuntingnya makin kecil,” ujar Wahidin saat Advokasi Strategis PJPK dan Optimalisasi Bonus Demografi Kemendukbangga/BKKBN, Rabu (23/9/2026).
Salah satu alasannya berkaitan dengan kebutuhan bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.