Ketika seorang ibu kembali hamil dalam waktu yang terlalu dekat setelah melahirkan, kondisi tersebut dapat membuat pemenuhan kebutuhan bayi menjadi lebih menantang, termasuk dalam pemberian ASI.
“Kalau bayangkan kalau misalnya belum 6 bulan sudah hamil, berarti kan bayi kita pasti stop, ASI-nya stop,” katanya.
Selain kebutuhan bayi, jarak kelahiran juga memberikan kesempatan bagi ibu untuk memulihkan kondisi tubuh dan mempersiapkan kehamilan berikutnya.
Karena itu, dalam paparannya, masyarakat dianjurkan mengatur jarak kelahiran dengan interval minimal 36 bulan atau sekitar tiga tahun.
“Makanya kita juga menganjurkan untuk punya jarak dengan interval minimal 36 bulan, tiga tahun,” ujarnya.