Hal yang tidak kalah penting adalah memahami bahwa kondisi himen tidak dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang pernah melakukan hubungan seksual Himen seseorang dapat mengalami perubahan tanpa adanya aktivitas seksual.
Sebaliknya, seseorang yang pernah melakukan hubungan seksual juga belum tentu mengalami robekan himen yang dapat terlihat. Dengan kata lain, tidak ada pemeriksaan terhadap himen yang dapat secara akurat membuktikan apakah seseorang masih “perawan” atau pernah melakukan hubungan seksual.
“Namun, ini tidak berhubungan dengan keperawanan,” tegasnya.
(Djanti Virantika)