LARANGAN keramas saat haid kerap menghampiri kaum hawa. Banyak yang percaya bahwa membasahi kepala saat menstruasi bisa memicu darah haid mendadak mampet.
Bahkan, ada anggapan yang menyebut keramas saat haid bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Lantas, apakah hal tersebut sebuah fakta atau hanya mitos semata?
Dokter sekaligus health influencer, dr. Noah Jefferson Permana, meluruskan anggapan keliru ini melalui utas di akun Threads miliknya. Ia menegaskan bahwa keramas tidak ada hubungannya dengan berhenti atau lancarnya siklus menstruasi.
“Sebagai dokter, teruntuk perempuan, keramas waktu haid gaa bikin mens berhenti total, sini aku jelasin,” tulis dr. Noah.
Menurutnya, siklus dan durasi menstruasi sepenuhnya dikendalikan oleh sistem hormonal di dalam tubuh, seperti estrogen, progesteron, follicle-stimulating hormone (FSH), dan luteinizing hormone (LH). Faktor-faktor inilah yang sangat mempengaruhi lancar atau tidaknya aliran darah haid.
“Durasi haid itu bukan diatur sama keramas tapi diatur oleh hormon. Estrogen + progesteron, FSH + LH. Secara medis hormon-hormon itu dipengaruhi stress, makanan, olahraga, istirahat, kondisi lainnya. Tapi gaa ada hubungan langsung sama keramas,” ungkap dia.