Lantas, dari mana anggapan bahwa keramas bisa menghentikan haid itu muncul? dr. Noah menjelaskan bahwa efek berkurangnya aliran darah yang dirasakan sebagian perempuan usai keramas biasanya bersifat sementara dan sama sekali tidak berbahaya secara medis.
“Tapi kenapa ada yang bilang haid stop kalau keramas? Ada expert opinion yang bilang kalau keramas pake air dingin itu bikin penyempitan pembuluh darah sementara, aliran darah berkurang sementara, jumlah darah haid bisa berkurang sementara, tapi gaa bahaya secara medis,” papar dr. Noah.
Alih-alih berbahaya, menjaga kebersihan tubuh termasuk mencuci rambut saat menstruasi justru sangat dianjurkan. Pasalnya, perubahan hormon selama haid umumnya memicu peningkatan produksi minyak pada kulit dan kulit kepala. Mandi atau keramas menggunakan air hangat bahkan bisa membantu memberikan rasa nyaman pada tubuh.
“Keramas + mandi pake air hangat pas haid justru jaga kebersihan + kesehatan kulit di saat produksi minyak kulit naik saat haid. Bisa bantu redain kram perut haid,” saran dia.
Jadi, bagi para perempuan, tidak perlu ragu lagi untuk tetap menjaga kebersihan diri dan keramas saat sedang haid. Selain tetap segar, tubuh juga terhindar dari tumpukan minyak berlebih yang bisa mengganggu kenyamanan beraktivitas.
(Djanti Virantika)