JAKARTA – Perjuangan panjang harus dilalui seorang bayi laki-laki di China yang lahir dengan berat hanya 330 gram. Setelah menjalani perawatan intensif selama 105 hari, bayi yang dijuluki Little Zebao itu akhirnya diperbolehkan pulang dalam kondisi sehat.
Little Zebao lahir pada 20 Mei 2026 di Rumah Sakit Kesehatan Ibu dan Anak Shenzhen, Guangdong. Saat dilahirkan, usia kehamilan ibunya baru mencapai 23 minggu empat hari.
Dengan berat 330 gram, ukuran tubuh Little Zebao disebut hanya sekitar telapak tangan orang dewasa. Ia bahkan dikenal sebagai bayi prematur dengan berat lahir paling rendah yang berhasil diselamatkan di Provinsi Guangdong.
Kondisinya ketika lahir sangat rentan. Kulit bayi tersebut digambarkan sangat tipis hingga pembuluh darah di bawah permukaannya terlihat. Telapak kakinya juga berukuran lebih kecil dibandingkan ibu jari orang dewasa.
Pemeriksaan medis menunjukkan organ tubuhnya belum berkembang sempurna. Saluran pencernaannya sangat kecil, sementara sistem kekebalan tubuhnya masih belum matang.
Kelahiran Little Zebao terjadi lebih cepat dari perkiraan akibat kondisi kesehatan sang ibu. Ia diketahui memiliki hipertensi kronis dan mengalami preeklampsia berat, komplikasi kehamilan yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi.
Melanjutkan kehamilan dinilai dapat membahayakan kondisi ibu. Tim medis kemudian menyusun strategi persalinan dan perawatan khusus untuk meningkatkan kemungkinan bayi bertahan hidup.
Sebelum persalinan dilakukan, tenaga medis mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari menghangatkan inkubator, memastikan peralatan tersedia, hingga menyiapkan obat-obatan yang diperlukan.
Tak lama setelah dilahirkan, Little Zebao harus mendapatkan bantuan pernapasan. Sekitar satu menit setelah kelahiran, dokter melakukan intubasi karena kondisi pernapasannya masih lemah.
Tubuhnya kemudian dilapisi film khusus untuk mempertahankan suhu sekaligus mengurangi kehilangan kelembapan dari kulit. Kurang dari 30 menit setelah lahir, perawat memasang akses melalui arteri umbilikalis agar obat dan nutrisi dapat diberikan secara langsung.
“Kami telah membantunya mengatasi berbagai tantangan,” kata dokter senior Rumah Sakit Kesehatan Ibu dan Anak Shenzhen, Dr. Huang Zhifeng.
Perjalanan Little Zebao tidak selalu berjalan mulus. Krisis serius terjadi pada hari ketiga setelah kelahirannya ketika detak jantung dan kadar saturasi oksigen dalam darah tiba-tiba mengalami penurunan.
Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan ultrasonografi. Hasilnya menunjukkan adanya penumpukan cairan di kantung jantung.
Kondisi tersebut dapat menekan jantung dan berisiko menyebabkan henti jantung secara tiba-tiba. Dokter pun segera melakukan tindakan untuk mengeluarkan cairan tersebut.
Penanganan dilakukan dengan cepat dan berhasil mencegah kondisi yang lebih fatal dalam waktu sekitar 10 menit.
Setelah melewati berbagai tahap perawatan intensif, kondisi Little Zebao perlahan menunjukkan perkembangan positif.
Pada 1 September 2026, atau setelah 105 hari menjalani perawatan, bayi tersebut akhirnya diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Berat badannya telah meningkat menjadi 2,5 kilogram dan kondisinya dinyatakan sehat.
Sang ibu mengaku sempat tidak yakin anaknya dapat bertahan hidup mengingat kondisi Little Zebao ketika lahir.
“Sejujurnya, awalnya kami tidak menyangka bayi itu akan selamat. Sekarang dia baik-baik saja dan sudah keluar dari rumah sakit. Saya benar-benar gembira!” ujar sang ibu kepada media. Identitasnya tidak diungkapkan.
Sebagai ungkapan terima kasih, kedua orang tua Little Zebao mengirimkan panji merah bertuliskan aksara China kepada pihak rumah sakit. Mereka menyampaikan apresiasi atas kemampuan dan perhatian tim medis selama merawat buah hati mereka.
Rumah Sakit Kesehatan Ibu dan Anak Shenzhen sebelumnya juga pernah menangani kasus bayi yang lahir dengan usia kehamilan sangat muda.
Pada Oktober 2023, seorang bayi lahir ketika usia kehamilan ibunya baru 21 minggu empat hari. Bayi tersebut menjalani perawatan selama 143 hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
Kasus tersebut menjadi catatan penting bagi rumah sakit karena bayi itu disebut sebagai salah satu bayi dengan usia kehamilan termuda yang berhasil diselamatkan di China.
Keberhasilan penanganan Little Zebao kembali menunjukkan panjangnya proses yang harus dilalui bayi dengan kelahiran sangat prematur, sekaligus peran penting perawatan intensif dan penanganan cepat dalam menghadapi kondisi yang mengancam nyawa.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)