Masker Saja Tak Cukup Lindungi Anak dari Abu Vulkanik, Ini Saran Dokter

Niko Prayoga , Jurnalis
Sabtu 12 September 2026 16:21 WIB
Saat hujan abu vulkanik terjadi, orang tua disarankan tidak hanya mengandalkan masker untuk melindungi anak (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA — Saat hujan abu vulkanik terjadi, orang tua disarankan tidak hanya mengandalkan masker untuk melindungi anak. Dokter Spesialis Anak, dr. Ardi Santoso, mengingatkan bahwa langkah utama untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik adalah menghindari aktivitas di luar ruangan.

Peringatan tersebut disampaikan dr. Ardi melalui unggahan video di akun Instagram miliknya. Ia menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dari debu jalanan maupun asap biasa sehingga membutuhkan perlindungan yang lebih menyeluruh.

"Stop, hujan vulkanik abu tuh bukan hujan biasa. Dia bukan asap biasa dan bukan debu biasa. Ini hujan abu vulkanik. Masker itu bukan untuk melindungi utama. Itu perlindungan tambahan, jadi tidak cukup dengan masker. Perlindungan utama anak dari abu vulkanik adalah menghindari paparan,” ujar dr. Ardi.

Menurutnya, langkah yang paling tepat dilakukan orang tua adalah memastikan anak tetap berada di dalam rumah dan meminimalkan kontak dengan udara luar. Jika hujan abu masih terjadi, orang tua juga diimbau tidak memaksakan anak pergi ke sekolah.

“Ingat, masker tidak jaminan bahwa semuanya aman. Masker itu hanya perlindungan tambahan. Perlindungan anak itu yang utama adalah dengan menghindari paparan,” tegasnya.

Untuk membantu menjaga kesehatan anak selama terjadi hujan abu vulkanik, dr. Ardi membagikan lima langkah yang dapat diterapkan orang tua.

1. Tetap Berada di Dalam Rumah

Orang tua sebaiknya menghindari bepergian jika tidak ada keperluan mendesak. Pintu, jendela, dan ventilasi rumah juga perlu ditutup untuk mengurangi masuknya udara yang mengandung abu vulkanik.

“Jadi harus gimana? Pertama, jangan keluar kalau tidak perlu. Saat hujan abu, anak sebaiknya dalam ruangan. Tutup pintu, jendela, dan ventilasi membawa udara luar,” ucap dr. Ardi.

2. Gunakan Masker dengan Tepat

Jika anak terpaksa harus keluar rumah, pakaikan masker yang menutupi hidung dan mulut dengan rapat. Masker N95 dapat menjadi pilihan karena memiliki kemampuan filtrasi partikel yang tinggi.

Jika N95 tidak tersedia, pastikan masker yang digunakan memiliki ukuran yang sesuai dan terpasang dengan baik di wajah anak.

3. Lindungi Mata

Anak juga perlu menggunakan kacamata pelindung ketika harus berada di luar ruangan. Jika mata terkena abu vulkanik, hindari menguceknya dan segera bilas dengan air bersih yang mengalir.

Apabila mata menjadi sangat merah, terasa nyeri, atau penglihatan terganggu, segera periksakan anak ke dokter mata.

“Yang ketiga, mata. Pakai kacamata pelindung. Kalau kena debu, jangan diucek, bilas dengan air bersih. Mata sangat merah atau nyeri, penglihatan terganggu, segera periksa ke dokter mata,” tuturnya.

4. Lindungi Kulit

Perlindungan kulit juga perlu diperhatikan. Anak sebaiknya mengenakan pakaian lengan panjang, celana panjang, dan alas kaki tertutup ketika berada di luar rumah.

Jika kulit terkena abu vulkanik, segera bersihkan dan bilas secara perlahan menggunakan air bersih. Hindari menggosok kulit terlalu keras agar tidak memperparah iritasi.

5. Jaga Kebersihan Air dan Makanan

Orang tua juga perlu memastikan air dan makanan tidak terkontaminasi abu vulkanik. Sumur, bak mandi, dan tempat penampungan air sebaiknya ditutup rapat untuk mencegah masuknya abu.

Jangan menggunakan air yang telah tercemar abu untuk minum atau menyiapkan makanan sampai keamanannya dipastikan. Buah, sayuran, dan bahan makanan lainnya juga perlu dicuci menggunakan air bersih.

“Kelima, air. Tutup sumur, bak, dan penampungan air agar tidak kemasukan debu. Jangan gunakan air yang tercemar abu untuk minum dan menyiapkan makanan, sampai keamanannya dipastikan. Gunakan sumber air yang bersih. Dan jangan lupa, cuci semua buah, sayur, makanan menggunakan air yang bersih yang terkena abu tadi,” pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya