JAKARTA — Saat hujan abu vulkanik terjadi, orang tua disarankan tidak hanya mengandalkan masker untuk melindungi anak. Dokter Spesialis Anak, dr. Ardi Santoso, mengingatkan bahwa langkah utama untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik adalah menghindari aktivitas di luar ruangan.
Peringatan tersebut disampaikan dr. Ardi melalui unggahan video di akun Instagram miliknya. Ia menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dari debu jalanan maupun asap biasa sehingga membutuhkan perlindungan yang lebih menyeluruh.
"Stop, hujan vulkanik abu tuh bukan hujan biasa. Dia bukan asap biasa dan bukan debu biasa. Ini hujan abu vulkanik. Masker itu bukan untuk melindungi utama. Itu perlindungan tambahan, jadi tidak cukup dengan masker. Perlindungan utama anak dari abu vulkanik adalah menghindari paparan,” ujar dr. Ardi.
Menurutnya, langkah yang paling tepat dilakukan orang tua adalah memastikan anak tetap berada di dalam rumah dan meminimalkan kontak dengan udara luar. Jika hujan abu masih terjadi, orang tua juga diimbau tidak memaksakan anak pergi ke sekolah.
“Ingat, masker tidak jaminan bahwa semuanya aman. Masker itu hanya perlindungan tambahan. Perlindungan anak itu yang utama adalah dengan menghindari paparan,” tegasnya.