JAKARTA — Bau bawang yang bertahan berjam-jam setelah makan ternyata bukan semata-mata karena sisa makanan yang menempel di mulut. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan, aroma menyengat tersebut dipengaruhi senyawa tertentu yang diserap tubuh dan kemudian dikeluarkan kembali melalui napas.
Mengonsumsi makanan berbahan bawang memang kerap memanjakan lidah, tetapi efek sampingnya bisa bertahan cukup lama. Aroma khas bawang bahkan tetap tercium meski seseorang sudah menyikat gigi atau menggunakan cairan pembersih mulut.
Bagi banyak orang, menyikat gigi atau menggunakan obat kumur biasanya menjadi cara untuk menghilangkan aroma tak sedap setelah mengonsumsi makanan tertentu, seperti mi instan. Namun, cara tersebut tidak selalu efektif untuk mengatasi bau bawang.
Dr. Adam membagikan penjelasan mengenai fenomena yang sering dialami masyarakat tersebut melalui utas di akun Threads miliknya.
“Gue akhirnya tau alasan kenapa mulut lo masih ngeluarin bau bawang hingga beberapa jam setelah makan bawang,” tulis dr. Adam.
Mengacu pada studi ilmiah bertajuk Differentiation of mouth versus gut as site of origin of odoriferous breath gases after garlic ingestion, ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara aroma yang berasal dari sisa makanan di mulut dan aroma menyengat yang muncul setelah mengonsumsi bawang.
“Biasanya kan kalo kita abis makan sesuatu yang berbau tuh, misalnya mie instan, baunya bisa dengan mudah dihilangkan dengan sikat gigi atau kumur-kumur. Nah kalo abis makan bawang tuh emang baunya bisa bertahan lebih lama,” tambahnya.
Menurut dr. Adam, salah satu penyebabnya adalah senyawa kimia bernama allyl methyl sulfide (AMS). Senyawa tersebut berperan dalam munculnya aroma bawang yang dapat tercium dari napas maupun tubuh setelah seseorang mengonsumsi bawang.
Berbeda dengan sisa makanan yang menempel di rongga mulut, senyawa AMS dapat diserap tubuh dan masuk ke dalam aliran darah.
“Penyebabnya adalah zat yang namanya allyl methyl sulfida (AMS). AMS ini adalah komponen yang menyebabkan bau mulut dan bau badan tuh jadi bau bawang. Kalo kita makan bawang, AMS itu bakal diserap di usus halus, tapi hampir gak kena metabolisme tubuh. Jadi AMS bakal beredar di darah dan keluar lewat napas selama berjam-jam,” jelas dr. Adam.
Mekanisme tersebut membuat berbagai upaya membersihkan area mulut sering kali hanya memberikan efek sementara. Pasalnya, aroma bawang tidak hanya berasal dari sisa makanan di rongga mulut, tetapi juga dapat keluar melalui napas setelah senyawa tersebut beredar dalam tubuh.
“Itu makanya, kenapa mau sikat gigi, obat kumur, sampe permen pun cuma meredakan bau awal dari mulut aja. Setelahnya bau mulutnya tetap bisa keluar terus sampai beberapa jam kedepan,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)